mungkin sedari awal masuk ke Universitas Pendidikan Indonesia itu tak ada pemikiran akan begini jadinya saat jadi guru itu. Pemikiran seperti apa?
Ini hari ke 30 memasuki dunia sekolah. Terlalu banyak rasanya hal yang harus diceritakan untuk menggambarkan sebuah rasa dan asa saat memasuki dunia yang paling enggan lagi untuk kusentuh. Sekolah. sudah hampir 4 kali masuk kelas untuk mengajarkan, mendidik sebuah makhluk disiplin ilmu bernama FISIKA. Jutaan kata rasanya tak mampu jelaskan sebuah rasa dan asa saat mengajarkannya pada anak - anakku yang keren.
Selasa pukul 12.30 hingga 14.50 adalah saat - saat mendebarkan di awal pekan. Kelas 7 C dengan karakter yang unik alias luar biasa sulit dikendalikan. -_-" selalu menjadi momen awal titik tolak perbaikan diri dalam mendidik dan mengajarkan fisika kepada anak - anakku yang keren.
Anak - anakku yang keren ini memang luar biasa unik. Untuk mendidik mereka menjadi apa yang mereka butuhkan bukan hal mudah. Pertemuan pertama hingga tadi pertemuan kelima luar biasa sungguh berbeda. Rasanya setiap pekan menjadi penuh kejutan dengan mereka.
Pekan pertama, kami baru bertemu satu sama lain. mereka ya bisa dibilang belum terlalu menunjukan aslinya mereka seperti apa dan itu menjadi pertemuan yang bisa dibilang cukup singkat. Pekan kedua adalah ulangan ya mereka menunjukan aslinya sejauh mana percaya diri mereka mengerjakan soal - soal yang ada. Pekan ketiga mereka mulai sulit dikendalikan alias ribut terus. Pekan keempat mencoba melakukan demonstrasi agar mereka sedikit terkendali tapi apa? ada yang sakit hati dan berimbas ke pertemuan selanjutnya. pekan Kelima sedikit tenang tapi mereka sulit memahami apa yang saya sampaikan.
Dari kelima pertemuan itu ternyata mendidik dan mengajar bukanlah hak yang mudah seperti membalikan telapak tangan tak bisa juga dilakukan juga dengan sikap santai. Belum lagi kita harus memikirkan perubahan sikap yang mereka miliki kita juga harus bisa merubah isi dari otak setelah kita ajarkan.
Ya beginilah mendidik itu sulit tapi bukan tak mungkin. :)
Tak setiap kenangan mampu kita ingat. Tak setiap pengalaman berharga mampu kita putar ulang kembali. Jika kamera adalah alat bantu terbaik menangkap kenangan maka tulisan bekerja untuk menceritakannya.
Selasa, 26 Februari 2013
Selasa, 12 Februari 2013
CANDU
Tak pernah kusadari sebelumnya
Setiap detik bersamamu menjadi candu
Setiap helaan nafas bersamamu tak mampu kulupa
ia menjadi ilusi yang warnai hari - hariku
semakin jauh semakin aku ingin menikmatinya lagi
kucoba tuk menahan maka semakin besar keinginan itu
beginilah saat kenagan bersamamu menjadi candu
Setiap detik bersamamu menjadi candu
Setiap helaan nafas bersamamu tak mampu kulupa
ia menjadi ilusi yang warnai hari - hariku
semakin jauh semakin aku ingin menikmatinya lagi
kucoba tuk menahan maka semakin besar keinginan itu
beginilah saat kenagan bersamamu menjadi candu
Minggu, 10 Februari 2013
Kau, Aku dalam Merah
senja ini mengenang merah, tawa, dapur, ladang dan pasar. bukti kita telah satu. berharap ikatan kita hingga surga
seperti tetes air keran yang tak tertutup sempurna. syukurku mengenalmu lewat rasa lewat tawa lewat mimpi
seperti mentari yang tak lelah selalu terbit. syukurku berjabat denganmu, hingga berharap berkumpul di surga nanti
seperti purnama yang sabar hadir menghiasi malam. syukurku menikmati kesempatan bersamamu setelah sabar menanti
malam ini kita berbagi luka berbagi tangis dan berbagi kisah
malam ini mengenang kelam menceritakan pekat mengalirkan air mata
berbagi bahu tuk bersandar
berbagi tangan tuk meraih
berbagi semangat tuk tersenyum
Aku takkan mau kisah kita berhenti saat ini
Aku takkan mau tawa kita berhenti saat ini
Aku takkan mau jabat tangan terlepas kini
Meski aku tahu pertemuan ini adalah awal dari perpisahan
Namun, dalam hening aku berdo’a semoga Pertemuan kita kan abadi di surga
seperti tetes air keran yang tak tertutup sempurna. syukurku mengenalmu lewat rasa lewat tawa lewat mimpi
seperti mentari yang tak lelah selalu terbit. syukurku berjabat denganmu, hingga berharap berkumpul di surga nanti
seperti purnama yang sabar hadir menghiasi malam. syukurku menikmati kesempatan bersamamu setelah sabar menanti
malam ini kita berbagi luka berbagi tangis dan berbagi kisah
malam ini mengenang kelam menceritakan pekat mengalirkan air mata
berbagi bahu tuk bersandar
berbagi tangan tuk meraih
berbagi semangat tuk tersenyum
Aku takkan mau kisah kita berhenti saat ini
Aku takkan mau tawa kita berhenti saat ini
Aku takkan mau jabat tangan terlepas kini
Meski aku tahu pertemuan ini adalah awal dari perpisahan
Namun, dalam hening aku berdo’a semoga Pertemuan kita kan abadi di surga
Kau, Aku dalam Merah
senja ini mengenang merah, tawa, dapur, ladang dan pasar. bukti kita telah satu. berharap ikatan kita hingga surga
seperti tetes air keran yang tak tertutup sempurna. syukurku mengenalmu lewat rasa lewat tawa lewat mimpi
seperti mentari yang tak lelah selalu terbit. syukurku berjabat denganmu, hingga berharap berkumpul di surga nanti
seperti purnama yang sabar hadir menghiasi malam. syukurku menikmati kesempatan bersamamu setelah sabar menanti
malam ini kita berbagi luka berbagi tangis dan berbagi kisah
malam ini mengenang kelam menceritakan pekat mengalirkan air mata
berbagi bahu tuk bersandar
berbagi tangan tuk meraih
berbagi semangat tuk tersenyum
Aku takkan mau kisah kita berhenti saat ini
Aku takkan mau tawa kita berhenti saat ini
Aku takkan mau jabat tangan terlepas kini
Meski aku tahu pertemuan ini adalah awal dari perpisahan
Namun, dalam hening aku berdo’a semoga Pertemuan kita kan abadi di surga
seperti tetes air keran yang tak tertutup sempurna. syukurku mengenalmu lewat rasa lewat tawa lewat mimpi
seperti mentari yang tak lelah selalu terbit. syukurku berjabat denganmu, hingga berharap berkumpul di surga nanti
seperti purnama yang sabar hadir menghiasi malam. syukurku menikmati kesempatan bersamamu setelah sabar menanti
malam ini kita berbagi luka berbagi tangis dan berbagi kisah
malam ini mengenang kelam menceritakan pekat mengalirkan air mata
berbagi bahu tuk bersandar
berbagi tangan tuk meraih
berbagi semangat tuk tersenyum
Aku takkan mau kisah kita berhenti saat ini
Aku takkan mau tawa kita berhenti saat ini
Aku takkan mau jabat tangan terlepas kini
Meski aku tahu pertemuan ini adalah awal dari perpisahan
Namun, dalam hening aku berdo’a semoga Pertemuan kita kan abadi di surga
Pasangan Pertemuan
mungkin setiap hal di dunia ini selalu berpasangan
seperti
laki - laki dan perempuan
Tawa dan tangis
Sedih dan bahagia
hidup dan mati
sehat dan sakit
atau
pertemuan dan perpisahan
seperti hari ini saat kita akan berlepas jabat tangan
seperti hari ini kita kan menutup kisah kebersamaan
seperti hari ini kita kan menutup pertemuan dengan perpisahan
setelah belum lama kita berjumpa dalam merah
setelah belum lama kita berbagi kisah
yang kutau aku cukup berat berpisah denganmu
yang kutau aku sedih menutup kisah ini
yang kutau aku mencintaimu karena Allah
hingga dalam sepi kuberharap
Semoga Allah berikan alasan tuk jumpa didunia lagi
atau
Kita berkumpul di surgaNya nanti
seperti
laki - laki dan perempuan
Tawa dan tangis
Sedih dan bahagia
hidup dan mati
sehat dan sakit
atau
pertemuan dan perpisahan
seperti hari ini saat kita akan berlepas jabat tangan
seperti hari ini kita kan menutup kisah kebersamaan
seperti hari ini kita kan menutup pertemuan dengan perpisahan
setelah belum lama kita berjumpa dalam merah
setelah belum lama kita berbagi kisah
yang kutau aku cukup berat berpisah denganmu
yang kutau aku sedih menutup kisah ini
yang kutau aku mencintaimu karena Allah
hingga dalam sepi kuberharap
Semoga Allah berikan alasan tuk jumpa didunia lagi
atau
Kita berkumpul di surgaNya nanti
Jumat, 08 Februari 2013
Alasan
Bukan hanya hari ini aku mengeluarkan tangis atas perpisahan yang terjadi diantara kita. Bukan pula kemarin sore saja sembari ditemani hujan aku menyayangkan perpisahan ini. Namun, sejak tangan ini berjabat sejak senyum disunggingkan pertama kali, sejak kau bersedia aku duduk dibelakang di jok motormu. Sejak itu aku tahu kita akan berpisah. karena kita telah berjumpa.
Namun, kau berkata, "dede kamu lebay. kayak kita mau pisah gimana gitu" begitu ucapmu.
Kau tahu aku selalu bertanya sebab apa lagi yang akan membuat kita bertemu. Sebab apalagi yang akan memaksa kita untuk berjumpa. Sebab apalagi yang membuat aku menikmati duduk dibalik punggungmu. Sebab apalagi yang membuat aku menikmati ketergantungan atas uluran tanganmu. akankah ada? hanya Allah yang tahu apa dan kapan ia ridho semua hal itu terjadi. Jadi hingga perpisahan selepas perjumpaan kita di awal itu biarkan aku terus berharap ada sebab yang justru membuat kita seperti saudara yang membuat kita layaknya sahabat yang lekat atas cinta. Atau kita menyadari harusnya jabat tangan itu sembari dialiri cinta padamu karena cinta padaNya. agar walau tak ada sebab yang membuat kita lekat lagi didunia selepas hari ini, cinta menjadi sebab kita berjumpa, bersatu di SurgaNya.
Namun, kau berkata, "dede kamu lebay. kayak kita mau pisah gimana gitu" begitu ucapmu.
Kau tahu aku selalu bertanya sebab apa lagi yang akan membuat kita bertemu. Sebab apalagi yang akan memaksa kita untuk berjumpa. Sebab apalagi yang membuat aku menikmati duduk dibalik punggungmu. Sebab apalagi yang membuat aku menikmati ketergantungan atas uluran tanganmu. akankah ada? hanya Allah yang tahu apa dan kapan ia ridho semua hal itu terjadi. Jadi hingga perpisahan selepas perjumpaan kita di awal itu biarkan aku terus berharap ada sebab yang justru membuat kita seperti saudara yang membuat kita layaknya sahabat yang lekat atas cinta. Atau kita menyadari harusnya jabat tangan itu sembari dialiri cinta padamu karena cinta padaNya. agar walau tak ada sebab yang membuat kita lekat lagi didunia selepas hari ini, cinta menjadi sebab kita berjumpa, bersatu di SurgaNya.
Langganan:
Postingan (Atom)