Tampilkan postingan dengan label Dakwah yang Kucinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dakwah yang Kucinta. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Agustus 2012

Menafakuri Ramadhanku

Ramadhan 1433 H ramadhanku ke yang 21. Orang bilang ramadhan itu bulan dimana terdapat malam terbaik dibandingkan malam seribu bulan. Bulan penuh rahmat dan penuh ampunan. Namun, aku belum merasakan keutamaan ramadhan. Maka aku bertekad tahun ini harus ada yang kudapatkan sehingga aku merasa berbeda dari sebelumnya. Aku ingin menemukan jati diriku yang baik. menghilangkan kebiasaan buruk yang selalu kulakukan karena pikiran bawah sadarku.
Namun, meski sudah kulewatkan 15 hari dalam bulan penuh berkah ini aku belum merasa sudah berubah. Aku teringat perubahan itu tak serta merta datang tanpa usaha mewarnainya. Malam ke- 16 ramadhan kuputuskan untuk ikut serta dalam rombongan BEM REMA untuk mengikuti kegiatan mabit di Mesjid Habiburrahman, mesjid yang penuh dengan cerita yang mengisi 3 tahun belakangan ini. Berangkat bersama 3 orang kawan lainnya menggunakan angkutan umum. Meski macet menjadi ujian perjalanan ini, tapi alhamdulillah kami mendapatkan kemudahan saat perjalanan menuju mesjid Habiburrahman.
Sesampainya disana shalat tarawih tengah berlangsung. Pasukan yang lain melaksanakan sholat terpisah dengan jamaah mesjid karena sudah selesai. sedang mereka melaksanakan shalat aku yang sedang kedatangan bulan menyimak taujih qur'ani yang disampaikan oleh ustadz ade hanapi. Materi yang disampaikan adalah "Melejitkan Potensi Diri dengan Motivasi Qur'ani"
Dari materi itulah kemudian aku mendapati diriku memahami proses yang harus kujalani untuk mampu merubah diri menjadi lebih baik. Ustadz mengungkapkan bahwa prinsip manusia cerdas adalah bersyukur "Alhamdulillah", Berfikir Positif, dan Berorientasi masa depan hakiki. 
Aku pikir perubahan yang harus kudapatkan adalah menjadi manusia cerdas. Rasulullah SAW bersabda, Orang yang CERDAS adalah orang yang mampu mengendalikan hawa nafsunya dan beramal untuk menyiapkan bekal akhirat. Sedangkan orang yang LEMAH adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya dan berandai - andai kepada Allah SWT. (Hadits hasan riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majah).
Perubahan yang harus saya lakukan adalah berubah menjadi ribadi yang cerdas dengan mengamalkan ciri - ciri yang dimiliki oleh pribadi cerdas.
  • Bersyukur mengucapkan Alhamdulillahirrabbil'alamin karena bersyukur dengan hamdalah adalah pengakuan seorang muslim atas kesempurnaan Allah SWT, totalitas kesdaran bahwa segala sesuatunya adalah bersumber kepada Allah, komitmen untuk bersikap positif.dan berprasangka kepada Allah SWT
  • Berfifkir Positif : pikiran bawah sadar menguasai tingkah laku kita sebesar 88% dan pikiran sadar kita sebanyakl 12% saja. Otak senantiasa merekam sesuatu yang berujung dan mengirimkannya ke dalam pikiran bawah sadar manusia. Untuk memperbaiki tingkah laku kita maka harus merubah pikiran bawah sadar kita. adalah dengan menginstal ulang alam pikiran bawah sadar kita. Caranya adalah dengan membiasakan kebiasan positif dan mengendalikan emosi dengan cara mengulang - ulang pesan setiap hari sebelum tidur dan setelah tidur. salah satu dzikir yang di contohkan Rasulullah SAW, 
‘Ya Allah, aku menyerahkan diriku kepadaMu, aku menyerahkan urusanku kepadaMu, aku menghadapkan wajahku kepadaMu, aku menyandarkan punggungku kepadaMu. Karena senang (mendapat rahmatMu) dan takut (akan siksaanMu). Tidak ada tempat perlindungan dan penyelamatan dariMu, kecuali kepadaMu. Aku beriman pada kitab yang telah Engkau turunkan, NabiMu yang Engkau utus.’ …Apabila kamu meninggal, maka kamu akan meninggal dunia dengan memegang fitrah.’ (HR. Bukhari dan Muslim 4/2081)
          mengungkapkan pikiran positif maka alam akan merespon dan mendukung, tidak membiarkan pikiran negatif merasuk pikiran kita. biarkan pesan - pesan al - quran merubah pikiran menjadi positif.

Agenda Perubahan Ramadhan
- Membiasakan membaca do'a dan dzikir sebelum tidur dan aetelah tidur
- Bersahabat dengan Al - Qur'an dengan menyempurnakan bacaan, merutinkan, mengulang-ulang bacaan, menyimak bacaan dan mengamalkannya.
- membaca buku 15' sehari
- Muhasabah sebelum tidur dengan menulis diary.

Perubahan tidak serta merta terjadi tanpa ikhtiar yang kita lakukan

Rabu, 01 Agustus 2012

Membangun Keluarga Pecinta Allah

Malam ke-13 Ramadhan, seperti biasa aku pergi melangkahkan kaki menuju mesjid dekat kosanku, Daarut Tauhid. Malam ini tak boleh terlewatkan ceramah ramadhannya, pikirku. Karena ustadz yang memberikan ceramah salah satu ustadz favoritku. Materi yang diberikan selalu meresap ke dalam relung hati. Ustadz Budi Prayitno. Malam itu beliau memberikan materi tentang "Membangun Keluarga Pecinta Allah"
Ustadz mengawali ceramahnya dengan menceritakan sebuah kisah seorang anak manusia pada saat zaman penjajahan. Di Kota Bandung saat itu masih di jajah oleh negara matahari terbit, jepang. seperti biasa para tentara Jepang selalu memaksa para pribumi untuk melakukan ritual seperti halnya yang mereka lakukan, yakni menyembah matahari saat muncul di ufuk timur. Semua pribumi dengan polosnya mengikuti perintah sang tentara, tetapi di tengah - tengah mereka ada seorang pemuda yang menolak untuk menyembah matahari dengan lantang ia mengatakan, "Saya tidak akan ruku' dan sujud selain kepada Allah SWT." Karena hal inilah maka seorang tentara Jepang mengeluarkan samurai tajam miliknya dan ditodongkan ke leher sang pemuda. Namun, atas izin Allah pemuda itu selamat dari tebasan tentara Jepang. Saat pulang ke Rumah ayah dari pemuda itu mempertanyakan dan menegur sikap pemuda itu, tapi dengan tegas ia mengatakan, "saya tidak takut dengan orang - orang itu yang terpenting saya tidak ruku' dan sujud selain kepada Allah SWT. biar saya harus mati itu lebih baik."
Kemudian kisah lainnya adalah datang dari pemuda yang kuliah di Institut Teknologi Bandung yang saat itu masih zaman Belanda. Pada saat itu jam kuliah tidak pernah memperhatikan waktu ibadah umat muslim termasuk sholat jumat. pemuda itu harus mengikuti ujian pada salah satu mata kuliah, tetapi waktu ujian itu bersamaan dengan waktu ibadah sholat jumat. Pemuda tersebut adalah pemuda sholeh sehingga ia pada saat ujian ia meninggalkan bangku ujian dan ditanya oleh dosennya yang berasal dari Belanda.
"Mau kemana anda? mengapa meninggalkan ujian?" Tanya dosennya.
"Saya mau sholat jumat pak" jawab pemuda itu
"Nanti kamu tidak akan lulus apabila meninggalkan ujian." jelas dosen itu
"Biarlah pak yang penting saya tidak meninggalkan sholat jumat"
Tanpa diprediksi dosen tersebut mengambil soal ujian pemuda tersebut kemudian dilipatnya dan diberikan kepada pemuda tersebut dan mengatakan, "kerjakan ujiannya di Rumah"
Sang pemuda terkejut dan tidak percaya, kemudian ia bertanya, "apakah bapak tidak takut saya akan berbuat curang?"
"saya tidak takut karena seorang manusia yang taat pada ajaran agamanya pasti ia tidak akan berbuat curang kepada saya."
Dari dua kisah tersebut bisa kita tarik benang merah dari karakter yang dimiliki oleh kedua pemuda tersebut, yaitu mereka sangat sholeh, taat, dan tidak takut kepada selainNya. inilah hasil pendidikan yang dilakukan di Rumah sehingga Keluarga mampu menghasilkan para pecinta Allah. Pendidikan ini tidak bisa serta merta dilakukan tanpa proses yang panjang atau dilakukan langsung pada usia dewasa. Pendidikan ini harus dilakukan sejak anak manusia dilahirkan ke Dunia hingga usia 5 tahun. Dari pendidikan tersebut ada tiga hal yang harus dimiliki oleh anak usia 0 - 5 tahun adalah sebagai berikut :
  • Memiliki Identitas
Identitas yang harus dimiliki oleh anak 0 - 5 tahun adalah identitasnya sebagai seorang muslim yang berasal dari keluarga muslim. pada usia ini anak harus bisa mengenal ketauhidan kepada Allah SWT. hal ini dapat tercapai tergantung bagaimana sifat dari orangtuanya. Cara mendidik agar anak mampu memiliki identitas sebagai seorang muslim haruslah dengan cara yang tepat jangan sampai saat seorang anak diperintah untuk sholat orangtua menakuti mereka dengan neraka maka mereka akan menjudge bahwa Allah itu kejam. didiklah mereka dengan keteladanan. anak perempuan akan mengikuti atau mencopy ibunya saat ibunya mengenakan kerudung ia pasti ingin menggunakannya juga. Selain itu, dekatkan mereka pada hal - hal ketauhidan.
  • Menahan Keinginan
Anak pada usia 0 - 5 tahun harus mampu menahan keinginannya. mereka harus sudah menyadari bahwa apa - apa yang mereka inginkan tidak langsung bisa dimiliki atau mungkin sama sekali tidak bisa dimiliki. salah satu untuk menumbuhkan ini adalah dengan Toilet training. hal ini harus dimiliki karena apabila ini gagal dimiliki maka sesungguhnya anak sedang disiapkan untuk mejadi koruptor yang tidak sabar mendapat rezeki atau perampok atau pencuri yang tidak sabar menunggu rezekinya.
  • Memiliki kekuatan ego atau teguh pendirian
Anak pun harus seudah memiliki kekuatan ego dalam artian dia teguh pada pendirian. hal ini akan menghindarkannya dari kegiatan bullying yang marak terjadi di Sekolah - sekolah.

Ketiga hal itulah yang perlu dimiliki oleh anak - anak usia 0 - 5 tahun agar mampu tercipta keluarga pencinta Allah SWT.

wallahu'alam Bishowab

dicatat kembali dari hasil menyimak ceramah ramadhan Ustadz Budi Prayitno

Rabu, 25 April 2012

Profesional itu...

Profesional. Sebuah kata yang tak asing didengar oleh telinga kita, tetapi kadang masih banyak yang asing dengan profesional saat diaplikasikan dalam pekerjaan kita. Keterasingan kita untuk melakukan sebuah kerja yang profesional sungguh akan menghambat optimalitas kerja - kerja yang kita lakukan. Terutama pekerjaan yang melibatkan orang lain. Karena dampak buruknya tak hanya dirasakan oleh kita tapi juga oleh orang lain. Saat seseorang tidak bisa melakukan sebuah kerja profesional maka banyak faktor yang menyebabkan profesional itu tidak bisa dilakukan. Faktor terpenting adalah apakah kita telah mengenal kata profesional? Memaknai apa yang dimaksudkan dengan kata profesional? Nah berikut ini sedikit ulasan dari kata profesional. semoga bisa membantu untuk bagaimana kita memahami makna dari kata profesional dan bisa mengaplikasikannya dalam kerja - kerja yang kita lakukan. 
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1994, Profesional adalah berhubungan dengan profesi dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya. Sedangkan profesional menurut Aholiab Watloly, Profesional adalah orang yang berdisiplin dan menjadi "kerasan" dalam pekerjaannya. Dan juga profeional menurut Tanri Abeng (2002), Seorang profesional harus mampu menguasai ilmu pengetahuannya secara mendalam, mampu melakukan kerativitas dan inovasi atas bidang yang digelutinya serta harus selalu berfikir positif dengan menjunjung tinggi etika dan integritas profesi. 
Melihat definisi yang diungkapkan para ahli bisa disimpulkan bahwa profesional itu adalah sesuatu hal yang berhubungan dengan profesi yang disertai dengan ilmu pengetahuan yang mendalam dan dilakukan dengan penuh disiplin dalam mencapainya serta didukung oleh hal - hal yang positif dalam pencapainnya.
Akhir - akhir ini banyak orang - orang yang telah mendalami suatu disiplin ilmu kemudian saat ia bekerja tidak sesuai dengan disiplin ilmu yang telah ia perdalam. Orang - orang yang seperti ini jelas sudah tidak profesional saat menjalankan tugasnya karena jelas tidak berhubungan dengan ilmu pengetahuan yang ia miliki. Akibatnya, terjadi ketidakseimabangan dalam dunia kerja. Contohnya, banyak lulusan jurusan fisika yang menjadi pegawai di bank bahkan menduduki jabatan Direktur Utama pada salah satu bank swasta yang sudah familiar dengan kita. Hal ini menunjukan bahwa pekerjaan yang ia ambil tidak sesuai dengan keahlian yang ia miliki akibatnya dunia kerja keilmuwan atau jumlah ilmuwan yang berasal dari suatu disiplin ilmu tidak berkontribusi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan yang ia perdalam akibatnya pekerjaan ilmuwan semakin tidak diminati. Apabila semua lulusan jurusan fisika misalnya tidak menggeluti pekerjaan sebagai ilmuwan fisika maka dunia keilmuwan akan semakin ditinggalkan dan akan terjadi ketidakseimbangan dalam dunia kerja. Ketidakseimbangan ini sangat tidak baik untuk keberlangsungan sebuah negara atau organisasi karena akan mendekati kehancuran.Karena semakin banyak pekerjaan yang tidak diatasi oleh ahlinya.
Saat kita tidak mampu untuk profesional kita telah menyumbangkan kehancuran pada sebuah organisasi. Kita bekerja dalam sebuah organisasi sesuai dengan kewenangan yang kita miliki. Tidak dengan mengambil pekerjaan yang merupakan tanggung jawab orang tidak pula meninggalkan pekerjaan yang harus kita geluti. Orang yang profesional itu akan sangat bergairah dalam melakukan pekerjaannya dan mampu menyelesaikan kerja - kerja besar yang terembankan pada pundaknya bukan mengambil pekerjaan besar orang lain yang bukan merupakan tanggung jawabnya. Profesional itu juga adalah sebuah sikap yang tak melibatkan ego pribadi dalam melaksanakan pekerjaan - pekerjaan oganisasi tapi melibatkan ego organisasi itu sendiri.
Pekerjaan yang disertai dengan keprofesionalan pasti akan melahirkan prestasi - prestasi yang membanggakan. Seperti sebuah kisah perjalanan seorang ilmuwan yang mengaplikasikan ilmunya dalam pekerjaannya, yaitu Dr. Kaharuddin Djenod Daeng Manyambeang. Seorang pakal perkapalan yang telah menyelesaikan studinya di negeri sakura dalam jenjang S1, S2, dan S3, kemudian berhasil membuat sistem optimasi desain kapal untuk kapal container. Desain yang ia patenkan dan telah menarik perhatian negara jepang untuk mengadopsi sistem yang dibuatnya. Untuk mengaplikasikan ilmu yang telah ia perdalam ia membangun sebuah perusahaan yang bergerak di bidang galangan kapal karena saat ini tak ada perusahaan di Indonesia yang fokus di bidang galangan kapal sehingga ia membangun perusahaan tersebut yang dinamai dengan TERAFULK. Perusahaan ini telah menjadi tonggak sejarah dalam dunia perkapalan di Indonesia. Dengan pekerjaan yang profesionalitasnya inilah kemudian mengantarkan ia untuk mendapatkan sebuah penghargaan dari Habibie Award. Bahkan, tak hanya penghargaan yang ia dapatkan, tetapi omzet ratusan miliar setiap tahunnya bisa ia dapatkan dari bisnis kapalnya itu.
Maka, menjadi profesional adalah sebuah pilihan wajib untuk membangun bangsa ini. Dimulai dari pekerjaan yang terembankan pada kita hari ini di sebuah organisasi. Profesional akan mampu mengantarkan pencapaian yang besar ke dalam diri kita dan organisasi yang kita ikuti. Karena seorang profesional akan menyelesaikan pekerjaan - pekerjaan besarnya sampai akhir bahkan sampai tujuan yang telah dirancang bersama tuntas. 
Tak ada alasan untuk tidak profesional. 

Senin, 12 Maret 2012

Komitmen

Pagi ini setelah menikmati malam bersama teman - teman seperjuangan ada sebuah undangan yang hampir saja aku lewatkan karena salah melihat jam. Sebelum menuju tempat itu aku bersiap - siap dulu di sudut kamarku. Lantas aku pergi dan hadir dalam undangan itu. Dalam acara itu seorang ustadz memberikan materi tentang sebuah komitmen. Ya Komitmen.
Pada awal materi ustadz menceritakan tentang seorang yang cacat tak memiliki tangan dan kaki. beliau menceritakan bahwa orang itu telah berkoimtmen untuk tetap berusaha meski ia terbatas dan ia mampu. kemudian beliau melanjutkan dengan menceritakan tentang pertemuan DPM se-Indonesia saat beliau menjabat. Saat itu pertemuan diadakan di Makasar dan disana sedang melangsungkan pemilihan ketua BEM universitas. kemudian beliau menceritakan bahwa saat seorang ikhwah mencalonkan diri suatu malam kosan ikhwah tersebut diketuk pintunya dan saat ikhwah itu membuka pintu sebuah alat senjata (dalam bayangan saya celurit) sudah berada dilehernya siap untuk menebas. Kemudian tamu yang mengancam itu berkata, "turun dari pencalonan ketua BEM". saat ikhwah itu menolak maka senjata itu menebas lehernya hingga ikhwah itu tewas (Insya Allah Syahid). kemudian beliau mengatakan bahwa perjuangan al - akh yang harus rela menukar nyawa untuk mempertahankan kepercayaan dakwah untuk mengambil amana sebagai presiden bem univ merupakan komitmen yang tinggi. Ia Ridho saat nyawa menjadi taruhannya untuk kemenangan dakwah kampus. Rekannya dalam dakwah pun bersedia menggantikannya dan memenangkan pemilu itu. Subhanaalah, kemudian ustdaz itu berkata, "saat antum berkomitmen dengan amanah antum disini maka bayaran terbaik mengganti pengorbanan antum. Syahid seperti ikhwah ini. Syahid itu meninggalnya seperti digigit semut saja kata Rasulullah sedangkan mati di atas ranjang bagaikan digigit singa."
Komitmen itu berbeda dengan formalitas. formalitas hanya menghasilkan sesuatu tanpa makna. Ustadz itu berkata, "antum nerima amanah tapi ngeluh saat menyelesaikannya. selesai sih selesai tapi antum gak dapet apa - apa dari sana"
Komitmen itu bagaimana kita memberikan segala - galanya yang terbaik untuk amanah yang terembankan pada kita. Memberikan yang terbaik akan membuat kita mendapatkan yang terbaik pula.
Komitmen itu adalah cinta. ustadz tersebut menderitakan tentang seorang pengorbanan ibu saat gempa terjadi dan memporak - porandakan rumahnya. saat itu sang ibu tengah bersama anaknya. sang ibu ingin anaknya tetap hidup maka ia menjadi tameng saat robohan bangunan rumah itu rubuh dan menghantam tubuh sang ibu yang tengah melindungi anaknya. saat dievakuasi sang ibu sudah tidak bernyawa dan anaknya bisa terselamatkan. sang ibu menitipkan pesan pada anaknya, "aku senang kamu selamat. aku mencintaimu."
Itulah cinta akan memulai segalanya dengan indah. Saatnya kita berkomitmen dan mengawali dengan cinta. Untuk kehidupan ini, dan untuk amanah - amanah yang terembankan.

Minggu, 11 Maret 2012

Karena Dakwah Ibarat Sebuah Bangunan Rumah

Teringat sebuah dialog dengan seseorang yang sudah banyak pengalamannya dalam jamaah dakwah. saat itu beliau menasihati bahwa dakwah ibarat sebuah bangunan rumah. 
Rumah kita tahu terdiri dari halaman yang dipagari kemuadian di dalamnya terdapat sebuah bangunan rumah. Rumah yang utuh begitulah adanya. Rumah yang kita huni akan ada yang istiqomah memberi ujian untuk menghancurkan bangunan rumah ini. Dan kita adalah para pelaku dakwah yang menjadi unsur penjaga keutuhan rumah dari gangguan yang mengancam kehancuran. 
Ada kalanya kita menjadi seseorang mas'ul yang siap ditempatkan di atas rumah menjadi orang pertama yang siap menerima serangan. ia bertugas mengomandoi dan mengayomi pasukan dakwahnya. 
Ada kalanya kita harus menjadi garda terdepan menjadi pagar sebagai perpanjangan tangan dari sang komandan. kita yang akan pertama kali juga menerima serangan dari luar. Dan tugas kita tetap menjaga keutuhan bangunan dakwah.
Ada kalanya kita menjadi batu bata yang tersusun rapi dan utuh. Ia siap menerima perintah untuk menjaga dari serangan musuh.
Dan ada kalanya batu bata itu harus menempati posisi yang kurang menguntungkan dirinya, harus menempati celah dan terpaksa ia harus dibagi dua melengkapi bangunan dakwah, tetapi bangunan dakwah menjadi kokoh dan utuh atas keikhlasan batu bata tersebut.
Nah, apapun poisisinya kita tetap menjadi faktor yang membuat utuh dan kokoh bangunan dakwah. Biarlah tak menjadi seorang mas'ul yang siap menerima serangan pertama kali, atau menjadi pengurus inti menjadi garda terdepan dalam dakwah, biarlah hanya menjadi batu bata bahkan harus dibagi dua karena semuanya tetap menjadi bagian yang menjaga bangunan dakwah tetap utuh dan kokoh. Bukan karena poisis lantas ia masuk surga tapi bagaimana ia mampu bertanggung jawab dalam memegang amanah.

wallahu'alam

Sabtu, 11 Februari 2012

Dakwah islam di Maroko

Maroko merupakan salah satu negara di Benua Afrika. Negara yang berada di Benua Hitam ini adalah salah satu negara muslim. Negara dengan jumlah penduduk muslim saat ini adalah 28.780.000 jiwa pada awalnya merupakan bangsa yang barbar dengan kebudayaan Arab. Penyebaran agama islam di negara ini adalah pada saat tahun 680 yang dibawa oleh invansi Arab di bawah Uqba ibn Nafi, yang merupakan seorang jenderal yang ditugaskan untuk melayani Damaskus di bawah Bani Umayyah. Pada tahun 788, Idrids memerintah Maroko, menjadi dinasti pertama yang melakukannya. Setelah islam mengadopsi, beberapa berber membentuk dinasti Islam mereka sendiri dan memerintah atas negeri. 
Setelah Islam masuk ke negara Maroko pada zaman kekhalifahan bani Umayyah, Maroko menjadi pintu gerbang kemenangan Islam di Eropa khususnya Andalusia yang dipimpin oleh Tariq Bin Ziyad. Selain itu Negara ini mengalami perkembang yang pesat dalam penyebaran Islam. Selama perjalanan kekhilafahan Islam yang terus berganti dari Dinasti Umayyah, Abbasiyah, hingga Dinasti Turki Ustmaniyah. Maroko menjadi salah satu bagian wilayah Muslim. Hingga akhirnya saat Khilafah Turki Usmani runtuh oleh adanya revolusi yang dilakukan oleh Mustafa Kemal Attaturk yang menjadikan tidak adanya pemerintahan Islam seperti sebelumnya di Seluruh Negara.
Maroko kemudian mengalami penjajahan Sekitar tahun 1920 oleh Negara Prancis hingga Tahun 1956. Sejak runtuhnya kekhilafahan dan kemenangan melawan penjajah pada tahun 1956, Maroko menggunakan sistem pemerintahan Monarki Konstitusional yang kepala Negara adalah raja dan kepala pemerintahan adalah perdana menteri.
Sejak sistem pemerintahan Maroko berubah maka dakwah Islam di Negeri ini pun ikut berubah. Yang semula adanya syariat islam yang berlaku sebgai peraturan dan diganti oleh pertauran yang lain maka dakwah pun dilakukan dengan Partai - partai Politik.
Partai politik islam yang saat ini ada di Maroko adalah Partai Keadilan dan Pembangunan. Parta ini merupakan perpanjangan tangan Ikhwanul Muslimin di Maroko. Pada pemilihan umum legislatif pertama setelah diubahnya konstitusi, Partai ini memenangkan pemilihan umum dengan memperoleh kursi sebanyak 107 kursi di parlemen. Dengan dimenangkannya pemilihan umum ini memungkinkan untuk menjadi langkah awal dalam mengawali kebangkitan Islam. Kemenangan partai ini akan banyak memberikan kontribusi bagi perubahan yang lebih baik. Salah satunya adalah dukungan terhadap Palestina yang pada pemerintahan sebelumnya yang dikuasai oleh Partai Kemerdekaan cenderung bungkam terhadap penderitaan rakyat Palestina. Selain itu, kemungkinan besar dapat diterapkannya peraturan - peraturan yang sesuai dengan syriat islam, salah satunya adalah perintah berjilbab untuk wanita. 
Politik dalam islam menjadi salah satu cara untuk membumikan Islam dan memberikan kemashlahatan umat. Bukan hal yang harus dihindari karena melalui politik itu pula Islam bisa bangkit. Hal ini tercermin dalam pergerakan Ikhwanul muslimin yang bergerak di Maroko melalui partai keadlilan dan pembangunan. 

Minggu, 29 Januari 2012

Kita Harus Kembali PadaNya

Aku tak habis pikir kalo satu pekan ini rasanya banyak sekali kesialan - kesialan yang mendatangi. Mulai dari jadwal yang acak - acakan di hari liburan, nilai mata kuliah yang BL, salah strategi, no konsultan yang belum keluar juga, dll. Semua kesialan - kesialan itu membuat dada ini terasa sangat sesak sekali, terasa sangat sempit dan rasanya sudah tak sanggup lagi saja untuk melanjutkan hari demi hari. 
Ya itulah Rabb semesta alam, Allah SWT yang mudah saja memberikan kesempitan untuk seseorang berupa kesialan - kesialan atau ujian - ujian, tapi mudah juga memberi kelapangan pada hamba - hambaNya. Seperti yang tertera dalam surat berikut
“Dan terhadap tiga orang yang ditangguhkan (penerimaan taubat) mereka, hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas, dan jiwa mereka pun telah sempit (pula terasa) oleh mereka, serta telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah melainkan kepada-Nya saja. Kemudian, Allah menerima taubat mereka agar mereka tetap dalam taubatnya. Sesungguhnya Allah-lah Yang Maha Menerima taubat lagi Maha Penyayang.” (At-Taubah:118)
 Ya, saat kita merasakan berbagai macam ujian, kesialan, ketidakberuntungan, dll yang membuat dada ini terasa sempit lagi sesak padahal bumi yang Allah ciptakan betapa luas dan kita merasa lebih baik untuk mengakhiri hidup saja daripada kesempitan ini terus menghimpit kehidupan kita. Namun, hakikatnya bukan untuk menyerah ujian hidup atau kesialan dalam hidup itu mewarnai kehidupan kita. tapi untuk kita mau kembali padaNya.  Agar kita mau untuk bertobat dan kembali kepadaNya. Bertobat adalah cara terbaik agar kesempitan itu berubah menjadi kelapangan dan kita percaya diri untuk melanjutkan kehidupan kita. 
So, saat banyak ujian - ujian yang menyesakkan dada. segeralah sadar bahwa Allah SWT inginkan kita untuk kembali padaNya. Dan Allah sangat senang denga kembalinya kita padaNya seperti yang disabdakan oleh Rasulullah SAW
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:

“Rasulullah saw. bersabda: Allah Taala berfirman: Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku dan Aku selalu bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku pun akan mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam suatu jamaah manusia, maka Aku pun akan mengingatnya dalam suatu kumpulan makhluk yang lebih baik dari mereka. Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta. Apabila dia mendekati-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Dan apabila dia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari.”

Walahu'alam

Senin, 23 Januari 2012

Ukhuwah Kita

Aku masih menatapmu. menatap dirimu yang sedang terduduk menatap kosong ke lantai berlapis karpet itu. Aku ragu untuk banyak bertanya sehingga jadilah aku hanya bertanya, "Sa, kamu kenapa?" dan kamu hanya menggeleng lemah tanpa bergairah untuk menjawab pertanyaanku.
Aku kembali terdiam dan hanya menatapmu lamat - lamat. Dalam benak aku bertanya. kenapa saudariku jadi aneh begini???. sudah hampir tiga pekan ia bersikap aneh. Tak di Kampus, di Kosan, di Organisasi. Ia benar - benar aneh. aku baru menyempatkan untuk mengunjungi kosannya hari ini saja. Kesibukanku di organisasi baru benar - benar tak tertahankan sehingga baru hari ini saja aku meluangkan waktu untuknya. Mungkin ini pun karena aku telah ditegur oleh seorang kakak tentang masalah ini. "adikku, teteh tau dirimu sibuk akhir - akhir ini. Tapi, jangan sampai kesibukanmu melupakan saudarimu sendiri. teteh dengar beberapa hari yang lalu Kisa gak punya uang sampai gak makan. jangan sampai kayak teteh menyesali saat saudari teteh membutuhkan teteh dan teteh tak kunjung datang untuk membantunya. Saat ini mungkin ia tak lagi sejalan dengan kita."
Jleb! aku terpekur cukup lama saat kakakku menasihati hal itu. Kemudian aku memutuskan untuk mengunjungi esok hari saat tugas organisasi ini tak terlalu padat. 
Saat aku hadir di kamarnya aku cukup sulit menemukan senyumnya. Ia hanya menatap datar kehadiranku. Aku mencoba biasa saat hadir di kamarnya. bertanya banyak hal. tapi tak ada jawaban. Ia hanya menjawab secukupnya. Melakukan banyak hal tanpa mempedulikan aku. Aku mencoba untuk menunggu lebih lama kemudian menceritakan pertemuanku dengan kakak yang telah menjelaskan kondisinya saat ini. Ia hanya membantah dan meyakinkan bahwa ia baik - baik saja.
Kemudian datanglah seorang teman kosanmu. Ia pun sama bertanya banyak hal yang kau respon dengan datar tak semangat. Kemudian kami memutuskan untuk melakukan persidangan padamu. Bertanya banyak hal dengan penuh pemaksaan. Ragu - ragu kamu menjawab. Kamu hendak bercerita banyak tapi langsung urung kembali. Sampai akhirnya aku harus pulang, tapi kamu masih belum mau bercerita banyak hal. 
Berminggu - minggu sejak kejadian itu kau kembali ceria. Ah, Aku bersyukur kamu kembali baik - baik saja.
***
Kejadian serupa tejadi kembali di tahun ini. 
Saat ini pun aku sedang menatapmu lamat - lamat. Dirimu yang sibuk tak jelas. Aku jadi tak berani mengganggu. Takut - takut aku berada di dekatmu. Bertanya satu hal kau mengelak lantas keluar bergabung dengan yang lain. Bercanda berusaha menyembunyikan kepiluan. Kedatanganku kembali ke kosanmu setelah cukup lama tak berkunjung juga sama dengan kedatanganku tahun lalu. Namun, aku cukup tahu pasti masalah yang kau alami. Kedatanganku ini pun sama setelah seorang kakak yang lain bertanya soal kamu padaku. Dan ia menitipkan sebuah misi yang harus kulaksanakan. Tapi berkali - kali aku mencoba membuatmu membuka diri soal masalah yang melandamu berkali - kali juga kau mengelak untuk memberi respon. Ah, aku menyerah sajalah. Kau tak membutuhkan aku. Aku tak peduli. Walau sebenarnya perih dalam hati saat senyum kebahagiaan yang tulus itu hilang dari wajah kurusmu
Tapi, sungguh aku tau mau diam saudariku aku ingin membantu meski aku tahu sulit membuatmu mau berbagi. Lantas, aku bertanya apa yang sudah kuamalkan soal teori ukhuwah itu. Membangun kata "saling" itu ternyata tak mudah. Tapi, aku tetap ingin bersamamu pergi ke Surga membuat para nabi dan syuhada itu cemburu.


Kamis, 19 Januari 2012

Senandung Ukhuwah

Hari ini saat semua terasa begitu hambar. Meski langkah terus terayun, tapi tidak ada maknanya. Dan saat seorang menyenandungkan sebuah senandung nasyid yang penuh makna, yaitu Senandung Ukhuwah oleh Sigma. Sesampainya aku dalam sebuah pertemuan dan bertemu dengan seorang saudariku aku meminta untuk dikirimkan lagu tersebut. dan teru mengulang - ulang lagu itu hingga berulang kali. Tak bosan. Ini lirik nya.

Senandung Ukhuwah-Sigma

Diawal kita bersua
Mencoba untuk saling memahami
Keping-keping dihati
terajut dengan indah
Rasakan persaudaraan kita

Dan masa pun silih berganti
Ukhuwah dan amanah tertunaikan
Berpeluh suka dan duka
kita jalani semua
semata mata harapkan ridhoNYA

Sahabat tibalah masanya
Bersua pasti ada berpisah
Bila nanti kita jauh berpisah
Jadikan rhobitoh pengikatnya
jadikan doa ekspresi rindu
Semoga kita bersua disyurga

Rasanya seringkali aku tak paham dengan ukhuwah itu. Meski dalam kelompok pecinta ilmu dan amal materi ini telah dijelaskan. Namun, berkali - kali aku tersandung masalah akan ukhuwah dan berkali - kali aku juga aku masih tak paham dengan semuanya. Tak lupa ternyata Allah masih memberikan kerikil - kerikil dalam perjalanan berukhuwah. Karena ketidakpahamanku atas masalah ini pula aku seringkali merasa tersiksa dan tak mampu menyingkirkan kerikil - kerikil itu. Kemudian aku terpekur dengan lirik lagu ini. Senandung yang begitu menyentuh. 
Saat ternyata sang penggenggam jiwa menggariskan takdir persaudaraan kita. Saat itu kita dipertemukan dengan cara yang Dia kehendaki. Dipertemukan dalam satu lingkup studi, dalam komunitas hobi, ataupun dalam komunitas penuh misi. Kita mencoba saling mengenal satu sama lain dan mulai menaiki anak tangga pertama dalam ukhuwah, Ta'aruf. Kita mulai terus berusaha saling mengenal. Detik demi detik hingga jutaan detik telah terlewati oleh kita untuk saling mengenal. Kemudian mulailah Ia ingin menguji kita agar segera kita menapaki anak tangga kedua ukhuwah. Karena ketidakpahamanku kita belum mampu menaikinya. Seringakali karena kekuranganku dalam ukhuwah ini aku menambah masalah antara kita berdua. Namun, aku masih saja tak mampu belajar hingga semuanya terus berulang dan kita tetap berada dalam posisi yang sama di anak tangga pertama. 
Namun, meski kita masih dalam anak tangga pertama kita terus mencoba untuk saling memahami satu sama lain, merajut keping - keping hati dengan indah dan kita pun merasakan persaudaraan ini. Detik demi detik akan terus kita lalui untuk berukhuwah dan tentu saja karena kita bertemu dalam komunitas penuh misi kita dituntut untuk menunaikannya. Kita jalan perjalananan berukhuwah dan beramanah itu penuh dengan peluh suka dan peluh duka, kita menikmatinya saat kerikil kekecewaan mencoba menggoyang eratnya persaudaraan kita atau memberi tinta hitam dalam catatan kisah persaudaraan kita. namun, kita tetap bertahan dan menjaga untuk mengahdapa RidhoNya. Kusadar persaudaraan ini bukan untuk sekedar memilki teman agar sepi tak mengunjungi. Bukan. Bukan sekedar itu tapi ini tentang bagaimana kita mampu saling mencintai karena Allah. 
Hingga bilangan tahun telah berlalu kita masih dalam anak tangga pertama. Namun, harus kita sadari sepenuhnya bahwa saat garis takdir pertemuan kita bekerja maka garis takdir perpisahan kita pun sedang menunggu saat waktunya tiba, sedang aku belum mau karena aku ingin saat kita berpisah kita berada di anak tangga tertinggi, yakni itsar. Aku sungguh tak mau. 
Pasti perpisahan itu tak terelakkan lagi. Pasti terjadi. Sudah menjadi kodratnya. Maka biarlah perpisahan kita itu tak membuat keping - keping hati kita terputus rajutannya maka biarlah rhobitoh menjadi pertahanan kita untuk tetap saling mengikat meski raga tak lagi berjumpa. Atau, saat rindu mendera perjalanan persaudaraan kita birkan biar saja do'a - do'a kita menjadi ekspresi rindu kita. biar ia menjadi obat. Dipertemukan dalam do'a. 
Aku tahu persaudaraan ini bukan untuk mengusir sepi. apalagi untuk sekedar mengisi waktu, bukan pula sekedar punya tempat untuk menampung cerita suka atau duka. Bukan. Sungguh bukan itu. Persaudaraan ini untuk membuat kita berkumpul di SurgaNya. Sungguh indah nian. Semoga kita bersua di SurgaNya~~

Kita pasti bisa saudariku. Untuk membuat para nabi dan syuhada itu cemburu. 
Wallahu'alam....

^_^

Senin, 02 Januari 2012

Fotografi, Dakwah Gaya Baru

Dakwah adalah sebuah keniscayaan yang harus dijalani oleh seorang muslim karena Allah SWT telah memerintahkan kita untuk melakukan sebuah kegiatan amar ma'ruf nahyi munkar. Seperti yang telah difirmankan oleh Allah dalam surat Ali - Imran ayat 110, "Kamu (umat islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan dari mereka adalah orang - orang fasik." Tak terelakkan lagi, semua manusia yang mengikrarkan dua kalimat syahadat sudah sepatutnya melaksanakan kegiatan amar ma'ruf nahyi munkar atau biasa disebut dengan dakwah. 
Dakwah memang sudah banyak dilakukan oleh sebagian umat muslim. Dakwah yang dilakukan pun telah menggunakan berbagai cara, diantaranya adalah melalui ceramah yang dilakoni dari mesjid ke mesjid, dari  tabligh akbar yang satu ke yang lainnya, dari televisi ke televisi, dari radio ke radio, dll. Kemudian dakwah juga bisa dilakukan dengan pergerakan dakwah, seperti Tarbiyah, jamaah Tabligh, Hizbut Tahrir, dll. Dakwah juga sudah mulai dilakukan melalui politik praktis atau partai politik, seperti PKS, Ikhwanul Muslimin, dll. Dakwah pun semakin marak mengisi ruang media hari ini. banyak ulasan - ulasan yang bernafaskan dakwah di berbagai media cetak, eletronik yang bisa diakses oleh semua orang kapan saja. Dan banyak lagi gaya - gaya dari dakwah yang bisa dilakukan yang terpenting adalah bagaimana pesan dari nilai - nilai islam itu tersampaikan. Dan dakwah yang cukup baru untuk dilakoni oleh seorang da'i adalah Fotografi. 
Dunia Fotografi memang sedang marak - maraknya saat ini. Fotografi yang mulai berkembang di Indoneisa sejak tahun 1841 saat Indonesia masih dalam jajahan Belanda, saat itu pemerintah Belanda mendatangkan Dr. Jurriaan Munich untuk mendokumentasikan aktivitas Hindia Belanda. Kemudian pada Tahun 1857, Water Woodbury dan James Page yang berkebangsaan Inggris datang ke Indonesia. Mereka menjadi tukang potret yang komersial dan melayani jasa pemotretan para bangsawan. Kemudian pada tahun 1875, seorang pria asal jawa bernama Kassian Chepas asal Yogyakarta menjadi tukang potert pertama yang berkebangsaan Indonesia menjadi tukang potret di Keraton dan Kesultanan untuk mengabadikan aktivitas kerajaan. Namun, sejak meninggalnya tukang potert pertama ini pada tahun 1912 ini perkembangan fotografi Indonesia tidak mengalami hal yang berarti. Kemajuan fotografi Indonesia baru terlihat sejak tahun 1960-an sejak perekonomian Indonesia mulai pulih. Saat ini bisa kita rasakan sendiri perkembangan fotografi di Indonesia cukup pesat karena setiap orang bisa dengan mudah menjadi fotografer dadakan dengan kamera poket yang mudah untuk dimiliki semua orang bisa jeprat jepret sana sini. Pun, seharusnya dakwah pun bisa mengikuti perkembangan bidang ini karena foto mampu menyimpan sejuta cerita yang bisa dimanfaatkan untuk dakwah. Dakwah lewat fotografi yang seperti apa??? ini sedikit ulasannya

1. Foto
Apa yang biasa anda lakukan dengan kamera poket anda atau DSLR anda??? Hanya untuk terlihat keren saat mengambil objek gambar? atau sekedar menjadi media untuk bernarsis - narsis ria? Foto merupakan sebuah media yang bisa kita gunakan sebagai media dakwah. karena foto menyimpan seribu cerita. Foto memiliki kandungan hikmah yang bisa kita jadikan sebagai pelajaran. contohnya saja foto di atas. dari foto tersebut kita bisa menfasirkan banyak maksud tapi maksudnya baik kan menginspirasi untuk mau tilawah atau foto di bawah ini. Fotonya menunjukan bahwa tilawah bisa dilaksanakan dalam kondisi apapun.Banyak pula foto - foto yang tidak layak untuk ditampilkan karena bisa menimbulkan hal - hal yang tidak diinginkan muncul di berbagai media. Alasannya itu adalah seni. Seni yang menurunkan derajat moral kita. Sudah saatnya kita pun mengambil alih bidang ini dengan alasan dakwah karena sebuah foto mampu mempengaruhi seseorang. Karena foto mampu menginspirasi seseorang untuk melakukan hal yang sama. Baik jika foto itu bernilai positif atau negatif.



2. Bisnis Foto
Bisnis adalah hal yang sedang digencarkan oleh sebagian masyarakat kita. Menjamurnya jasa tukang foto untuk kegiatan Wedding, Pra wedding, atau studio foto pun sudah hal yang umum di masyarakat kita hari ini. Namun, bisnis fotografi ini masih dikuasai oleh orang - orang yang belum mengemban misi dakwah sehingga banyak nilai - nilai islam yang ditabrak begitu saja tanpa dipedulikan.Sebagai umat muslim yang sedang berusaha mengamalkan surat Ali - Imran ayat 110 sudah sepatutnya kita tiupkan udara dakwah dalam nafas bisnis kita..

3. Modal
Modal untuk bisa dakwah dengan fotografi adalah pemahaman kita tentang ajaran islam haruslah sudah lurus dan benar. agar apa yang kita berikan bukanlah ajaran yang bertentangan dengan Al-Qur'an dan As-sunnah. Modal untuk memulai dakwah ini adalah Azzam yang Kuat dan Keyakinan yang bulat.

Namun, terkadang masih ada orang yang memperdebatkan apakah fotografi itu halal dalam agama kita???
Hal tersebut harus kita pelajari secara mendalam dalam ulasan yang lain.

Wallahu'alam