Ini adalah pagi keempat aku merasa malas untuk beraktivitas. Menjalani hari tanpa ada rencana yang pasti. Semuanya bergerak tanpa arah apalagi memenuhi target harian. Di hari keempat ini semua rasa masih mengaduk - aduk hatiku sedih, bingung, tak rela, malas, kecewa, dan perasaan negatif lain terus berdesak - desakan memnuhi ruang hati. Meski terkadang rasa bahagia sejenak timbul tenggelam hadir diantar kerumunan itu. Namun, aku sedih kemana perginya rasa semangat hanya di hari pertama ia masih muncul meski tak dominan. Ah, Pagiku sudah begitu suram bagaimana dengan kelanjutan harinya??? Apa yang bisa mengusir semua rasa negatif yang kini masih berebut tempat dalam ruang hatiku bahkan mengenyahkan rasa bahagia dan semangatku??? Pergi - pergi sana kalian aku ingin sesemangat yang dulu. Aku masih muda tak ingin terus seperti in. tapi, kenapa kalian masih memenuhi semua ruang hati ini????
"Kondisikan pagimu maka sepanjang hari akan terkondisikan."
Tak setiap kenangan mampu kita ingat. Tak setiap pengalaman berharga mampu kita putar ulang kembali. Jika kamera adalah alat bantu terbaik menangkap kenangan maka tulisan bekerja untuk menceritakannya.
Tampilkan postingan dengan label History. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label History. Tampilkan semua postingan
Kamis, 19 Januari 2012
Rabu, 11 Januari 2012
The First Time I Know You #Sang Penasihat
Selepas mengisi saat akhir - akhir hari ini bersamamu dan terlintas untuk membuat catatan ini saat teringat beberapa obrolan kita hari ini. sedikit catatan saja sebagai pengingat bahwa hari itu kita dipertemukan olehNya. I give this note with a simple tittle, the First Time I Know You. Wida Ramdania El-Fath.
Saat tahun pertama kuliah di Universitas Pendidikan Indonesia. Saat hari pertama di tahun 2010 saat itu aku mendapat undangan untuk hadir dalam sebuah acara yang berjudul Olahraga Bersama dalam bahasa gaulnya adalah Riyadhoh Jama'i. Saat mendapat undangan ini aku tak merasa bahwa hari itu aku akan dipertemukan dengan seseorang, yaitu dirimu. Kegiatan itu hanya pengisi waktu saja di hari pertama di tahun 2010 yang saat itu aku memutuskan untuk tak pulang ke Rumah padahal bibiku saat itu sedang kritis. Namun, Allah memang sudah punya rencana bahwa hari itu aku harus bertemu kamu.
Aku datang bersama Bos Arisan ngajiku saat itu dan bersama seorang anggota arisan yang juga tak pulang. Dengan sedikit terburu - buru karena datang terlambat. Saat samnpai di Tempat, yaitu SDN Sukarasa 3,4,5 ternyata lokasi masih kosong melompong, baru ada beberapa orang panitia dan peserta dan kamu sudah ada disana dengan panitia juga. setelah menunggu tak lama. acara pun dimulai. dan ternyata kamu jadi pembawa acaranya saat itu. Saat itu aku tak terlalu ambil pusing dengan adanya kamu tak terlalu peduli aku hanya melewati hari itu dengan rasa bahagia bersama bos arisan dan yang lainnya. Bahkan, selepas kegiatan itu selesai aku menganggap kau orang yang sama dengan seseorang yang panitia juga seperti kamu. aku bahkan tak tahu namamu.
Namun, setelah setelah bilangan tahun terlewati dan ternyata Allah berkehendak untuk membuat kita tak sekedar pernah bertemu saat itu saja. Ternyata setelah pertemuan pertama itu Allah memberikan bilangan hari yang cukup untuk membuat kita seperti saat ini. Namun, aku lupa sejak kapan kita bisa lebih dari sekedar penah dipertemukan saat itu. Aku lupa apa yang membuat kita justru bisa lebih dari sekedar tahu atau sekedar mengenal saja. Kita ditakdirkan melewati jutaan detik bersama yang membuat kita semakin tahu bahkan lebih dari sekedar tahu tapi justru mengenal, memahami siapa masing - masing dari diri kita.
Ah, catatan ini bukan untuk sekedar mengenang masa lalu belaka yang membuat diri ini senyum - senyum sendiri saat mengingatnya, tetapi lebih dari itu. Aku tersadar bahwa setiap orang akan dipertemukan dengan seorang lainnya. kadang, tak sadar bahwa sejak pertemuan itulah justru takdir - takdir selanjutnya kemudian beraksi dan memberikan catatan di lembar kehidupan yang akan membuat lembaran - lembarannya penuh dengan warna, baik warna sehitam pekat atau seceria warna pelangi.
Aku teringat bahwa saat itu aku dipertemukan denganmu adalah saat kau bilang bahwa, "dulu aku sepertimu, dan tahukah kamu kita pertama kali bertemu di saat kegiatan Riyadhoh Jama'i" yang bahkan aku lupa kapan aku bertemu denganmu. Kemudian aku teringat kembali dan membuka file dokumentasi kegiatan itu. aku melihat video saat kita melakukan senam bersama dan kamu ikut senam bersama peserta lainnya dan aku tak tahan untuk sedikit menahan tawa. file - file itu membuat aku jadi rindu.
Ah, cerita yang gak jelas. ntah apa yang ingin diungkapkan, tapi ini hanya sebuah catatan saja tentang pertemuan itu.
#11 Januari 2012
Minggu, 01 Januari 2012
Menemukan Potongan Puzzle Hidupku di Subang Part 3
Pagi yang dingin kala itu ternyata masih menyisakan banyak kerinduan. Inilah KISAH SURABI di Subang.
Pagi yang dingin setelah kita menikmati lelapnya malam dan nikmatnya dini hari dan shubuh itu. setelah menunaikan kewajiban harian. Kami akhirnya bersiap - siap untuk melawan kegelapan dan memenangkan sepotong surabi yang katanya melegenda di tanah Subang. Namun, ternyata sang tuan rumah menolak mentah - mentah rencana kami untuk pergi melawan kegelapan itu. sang tuan rumah malah asyik dengan alam bawah sadarnya. Usaha kita (aku dan sahabatku.red) untuk membuat sadar sang tuan rumah membuahkan hasil saat raja siang mulai menghalau gelap itu. Akhirnya perjuangan pun dimulai! Kami berangkat berempat menuju tempat legenda itu. Aku, sahabatku, sang tuan rumah, dan shaun the sheep. Perjalanan kami pada awalnya baik - baik saja bahkan aku dan sahabatku mengisi perjalanan dengan berbagi cerita masa lalu tentang kerajaan kami dulu. Miris karena kerajaan itu sudah tak seperti dulu.Namun, perjalanan yang mudah buat aku dan sahabatku itu sepertinya tidak buat sang tuan rumah dan shaun the sheep. Mereka mengalami berbagai macam rintangan yang membuat shaun harus menyerah dan ia dibawa pergi oleh sang tuan rumah lainnya untuk sampai kesana.
Kami melanjutkan perjuangan itu bertiga saja. Menelusuri setiap senti perjalanan. menikmati udara segar desa kasomalang. Mencoba untuk berlari agar segera sampai menuju tempat tujuan. Sampai perjuangan itu pun berakhir karena akhirnya sampai juga di tempat legenda itu. Shaun the sheep juga sudah sampai. Benar - benar melegenda. berbeda dengan tempat pembuatan surabi di sekitar gubukku di Bandung yang sudah sedikit modern sehingga rasanya ada yang hilang, tapi surabi yang satu ini, Wuih mantaps sekali. masih menggunakan suluh (kayu bakar.red) dan di buat masih menggunakan cara yang sama dengan dahulu kala. benar - benar artistik, futuristik, dan klasik. Terlebih yang membuat surabi ini begitu menggoda adalah menggunakan telor dan sambal oncom yang mantaph sekali. Aku menikmati surabi dengan telor mata sapi di atasnya serta surabi yang biasa saja. Sahabatku menikmati surabi dengan telor dadar saja, dan sang tuan rumah menikmati dua surabi yang original. ada kisah menarik soal original ini. saat sang tuan rumah meminta pada ibu untuk dibuatkan surabi yang Original itu ibu pembuat surabi terdiam tak mengerti. Sang tuan rumah telah salah memilih kata yang kurang tepat untuk digunakan karena sang ibu pembuat surabi tak paham apa makna original itu. Selayaknya memang kata yang digunakan dalam komunikasi harus tepat sesuai dengan lawan bicara kita.
Akhirnya surabi yang dibuatkan oleh tangan ibu yang cukup tua itu bisa kita nikmati dengan lahap. Terbayarkan sudah perjuangan kami melawan gelap yang keburu terhalau oleh sang raja siang dan perjuangan kami dalam melewati berbagai rintangan untuk menikmati sepotong surabi yang benar - benar nikmat sangat. Terpikir untuk memperpanjang kenikmatan itu dengan membuka cabang baru surabi ini di Bandung. rencana yang bagus untuk dilaksanakan. Cukup untuk saat itu. Surabinya sudah cukup kami nikmati dan kami kembali untuk pulang ke rumah sang tuan. Aku pun harus bergegas bersiap - siap untuk segera meninggalkan Subang karena kota yang lain sudah rindu padaku. Sukabumi.
Setiap langkah yang kutapaki untuk meninggalkan kota ini aku merasa begitu rindu. setiap senti aku menjauh pergi dari kota rasanya kerinduan itu semakin mendalam. rindu tak terkira untuk Surabi itu. Terbayang olehku kapan saat aku akan menikmati sepotong surabi itu lagi. Entah itu besok, lusa, pekan depan, bulan dengan, tahun depan, atau dengan kehidupan yang baru yang akan kami lewati bersama. Entahlah tapi aku akan benar - benar merindukan kota itu especially Surabi. Surabi, I miss you so Much!
Inilah kisah surabi itu. Surabi yang kurindukan.
Subang, Nice Trip! NIce Holiday! The Best! ^_^
Sabtu, 31 Desember 2011
Menemukan Potongan Puzzle Hidupku di Subang Part 2
Setelah
melakukan perjalanan panjang yang menyenangkan liburan sesungguhnya baru
dimulai! Namun, sayang sesampainya aku di rumah sang tuan itu ternyata sanak
saudara sang tuan sedang berpergian untuk menikmati hari libur juga dan sang
tuan pun harus menyusul mereka. Alhasil, aku dan sahabatku ditinggal di rumah sang tuan berdua saja. Aneh memang tapi
ya begitulah adanya. Kebiasaanku saat di Rumah orang lain untuk pertama kali
aku selalu merasa sedikit ngeri dan itulah yang kualami. Terlebih ditinggal
bersama sahabatku yang sama penakut juga. Sejujurnya kami ditinggal dalam
keadaan lapar. Yang tersisa adalah gorengan yang kubeli tadi pagi untuk sarapan
dan beberapa snack saja dan ada satu lagi harta kita, yaitu Pop Mie gorengnya
sahabatku dan kita pun berbagi dalam suka dan duka soal makanan itu. Sambil
menunggu kedatangan sang tuan rumah dengan penuh harapan. Menunggu sambil
belajar masak bersama sahabatku di cooking academy dan sambil beradu mulut soal
siapa yang harus keluar membeli nanas buat di rujak.
Tak lama kemudian akhirnya sang tuan rumah pun kembali dengan sepasukan tuan rumah lainnya. Dan membawa sebungkus makanan. Tentu saja demi menghilangkan protes lambung yang kian menjadi kami langsung menyantap sebungkus sate sapi dan sebakul nasi. Selesai kami makan kami pun segera bergegas membeli nanas untuk dirujak. Tahukah berapa buah nanas yang tuan rumah beli untuk kami???? nanas yang pada akhirnya dibawa pulang dan kuberikan pada seseorang yang spesial. Kami pulang dengan segenap harapan untuk menikmati rujak nanas yang digabung sama buah mangga muda yang manis. anehnya sambal rujak yang biasanya itu bikin kepedesan kali ini berbeda sambalnya sama sekali gak pedes siapa lagi kalo bukan sahabatku yang berulah soal sambel ini. Tapi yang benar - benar aneh itu soal mangga yang kata mereka (tuan rumah dan sahabatku.red) muda itu benar - benar manis dan gak asem. Baru kali ini ngerujak seperti ini. Beda khas subang mungkin ya.
Acara rujak merujak itu diramaikan oleh si shaun the sheep keponakan sang tuan rumah. Balita berusia tiga tahun itu benar - benar bikin capek aja tapi Luuuuccccuuuu. bikin sahabatku harus berlarian dan menggerutu tiada akhir buat meladeni anak itu. dan susah banget diajak kooperatifnya heu. tapi disanalah seninya dalam mengambil hati seorang anak kecil memang perlu seni. Dan tak bisa sekejap seninya bisa kita dapatkan dengan mudahnya. perlu ada latihan dari sekarang karena nanti aku akan sering membutuhkan seni mengambil hati anak - anak itu. teringat pesan sang murobbi(guru.red)ku tercinta, "segala sesuatu untuk kehidupan setelah pernikahan itu harus disiapkan dari sekarang." Pesan yang beliau dapatkan dari nenek murobbiku. Soal si shaun ini, sahabatku berencana untuk menjodohkan dengan keponakannya yang katanya alasannya adalah punya nasib yang sama karena sering ditinggal ayahnya. tak terbayang kalo memang itu terjadi rasa - rasanya mungkin mereka akan bercerita soal kisah yang sama. Kisah tentang ayahku bukan bang toyib tapi aku jarang berjumpa dengannya.
Suasana sore itu diramaikan juga oleh seorang gadis asal cibolang calon ibu juragan bodeng ikut nimbrung lewat sms - sms nya kepada tuan rumah. ia tak ikut karena tak kami ajak. tentu saja tak kami ajak karena ia sudah meninggalkan kota bandung sejak lima hari sebelumnya saat rencana liburan ini belum tercetuskan. calon juragan bodeng ini ini menamai dirinya ci LuBang alias ci Lucu Banget. untuk sekedar membuat hatinya bahagia kami ajak ia untuk ikut dalam rencana menonton film hafalan Sholat Delisa nanti.
malam aku lewatkan dengan menonton drama korea tentang kepribadian ganda. inspiratif. pelajaran yang bisa diambil dalam filmnya adalah terkadang saat kita tak ingin menerima suatu keadaan yang membuat kita amat teramat sangan bersedih kita akan berubah menjado orang lain hanya untuk sekedar meluipakan masalahnya. Tapi, bagaimanapun juga sebenarnya yang terbaik adalah menghadapinya karena cukup saja kepribadian kita satu. dilanjut dengan makan malam yang saat itu sahabatku sudah tumbang dan sudah entah kemana. alhasil, I enjoy a simple dinner with tuan rumah. nice dinner dengan sedikit cerita masa lalu soal lingkaran mizu dan beberapa kisah soal lingkaran - lingkaran cahaya. Keep it secret from the other!
And theeennnnn menutup hari dengan sebuah ketakutan akan 'sesuatu'.
with Shaun the sheep (dede Rafa)
with Calon Juragan Bodeng (Aeni Lfc Moc Moc)
Menemukan Potongan Puzzle Hidupku di Subang Part 1
Ah Penat!!!!! itulah yang kurasakan selama hampir 1 bulan kemarin. sibuk dengan akhir kepengurusan di himpunan mahasiswa jurusan dan juga di komisi pemilihan umum. belum lagi dengan tugas - tugas akhir semester. bikin kepala pusing tujuh keliling rasanya. dan tibalah saatnya di penghujung perkuliahan and then HOLIDAY!!!! yupz liburan. akhirnya ada liburan. hmmm tapi liburan kemana?? itulah yang muncul dalam benakku saat itu. pulang ke rumah rasanya baru saja kemarin. ingin hal yang beda. sejenak berpikir cukup saja liburan di bandung dengan menikmati tayangan di Biokop terbaru, yakni Hafalan Shalat Delisa. Film yang bagus buat di tonton pikirku karena baca novelnya saja buat aku gak beranjak di depan layar laptop setengah hari dan bikin mata kebanjiran. Dan akhirnya me-list agenda liburan di Bandung.
Saat syuro rohis jurusan aku mengutarakan rencanaku untuk liburan di Bandung pada salah seorang sahabatku. Dan ia ingin ikut rencanaku dan mengajukan juga seseorang untuk ikut rencanaku menonton film tersebut. Akhirnya dengan izin Allah SWT rencananya jadi berubah total liburannya jadi ke Subang dan tetap akan pergi nonton film itu tapi tidak seperti rencana. Namun, karena ada agenda pekanan yang berat untuk ditinggalkan yang bersamaan dengan jam keberangkatan ke Subang akhirnya aku pergi sendiri ke Subang keesokan harinya.
Malas rasanya untuk pergi pagi itu. Tapi, mencoba untuk mengenyahkan rasa malas itu. akhirnya berangkat dari kosan dengan segenap rasa. tak lupa untuk sarapan terlebih dahulu dan kemudian menuju terminal ledeng. Saat di Terminal harus menunggu kurang lebih satu jam. dan Akhirnya berangkat!!! Tak merasa akan terjadi sesuatu yang aneh saat itu. Merasa biasa saja bahkan teramat sangat biasa. saat mendapat petunjuk dari sang tuan rumah rasanya akan sampai sesuai dengan dugaan.Perjalanan Ledeng ke Patung Nanas tidak ada yang aneh. semua baik - baik saja. Perjalanan yang terhambat karena macet masih biasa saja. Kemudian perjalanan dilanjutkan dari Patung Nanas ke rumah sang tuan. petunjuknya cukup membingungkan tapi ah masih bisa diatasi. Namun, bukan liburan kalo memang perjalanan ini biasa saja bukan??? dan kemudian keanehan demi keanehan mulai bermunculan. Saat naik Elf menuju rumah sang tuan mendapat kursi paling belakang dan di tengah di tambah elf yang kutumpangi pun sangat penuh bahkan ada yang harus bergelayut di pintu elf. Pada awalnya aku cukup konsentrasi untuk menemukan petunjuk dari sang tuan rumah, tetapi lama kelamaan perhatiaanku tersita oleh seseorang yang bergelayut di pintu. hmm tertarik pada wajahnya. Orang itu tampak seorang lelaki yang nakal terlihat dari wajahnya dengan model rambut mohawk dan bibir yang hitam karena kebiasaan merokok, sedikit menemukan juga beberapa tindikan. Hmmm, lantas aku berpikir Apakah sifat nakal seseorang dipengaruhi oleh wajahnya atau wajah dipengaruhi oleh sifat nakalnya??? penasaran dengan jawaban itu kemudian bertanya pada salah seorang kakakku melalui short message service. Habis sudah perhatiaanku pada urusan ini. Aku menunggu balasan dari kakakku itu sambil melihat keluar barakali aku sudah sampai tapi aku tak menemukan petunjuk kalo aku sudah sampai, tapi rasanya hati ini mulai tak nyaman, firasatku mengatakan kalo aku sudah terlewat dari rumah sang tuan. Ah, tapi aku masih percaya diri kalo aku masih belum sampai. Akhirnya balasan sms itu datang dan jawabannya adalah Sifat mempengaruhi wajah. Hmm, aku lantas memperhatikan sekitar dan berpikir macam - macam. ada seorang wanita yang berangkat bersamaan saat dari ledeng ia duduk di bangku di depanku dan duduk di samping kakek tua yang sedang merokok. ia tampak sekali merasa risih dengan apa yang dilakukan sang kakek, kemudian aku berpikir dan teringat akan bahaya rokok dan cerita seorang anak yang meninggal karena bapaknya sering merokok sedang ia tidak. Ia meninggal karena perokok pasif. Betapa mengesalkan rasanya saat ada yang merokok di sekitar kita. dan juga teringat bahwa rokok membuat IQ kita jongkok. Hmmm pantas saja negeri ini belum bangkit kalo SDM saja masih menjejali dirinya dengan asap beracun itu. Hmmm, elf masih saja melaju dengan kecepatan standar dan menghasilkan asap hitam yang mengotori atmosfer itu dan aku masih belum juga tersdar kalo sudah terlewat dari rumah sang tuan. Saat, lelaki nakal itu dan beberapa orang teman - temannya kemudian turun di tempat pemancingan ikan aku langsung tersadar kalo rumahnya sudah terlewat. Aku sudah memasuki dua desa yang berbeda dengan tempat tinggal sang tuan rumah. lantas aku mengirimkan SMS dan menanyakan apakah rumahnya sudah terlewat. dan benar saja aku sudah terlewat cukup jauh dengan rumah sang tuan. Aku bergegas turun dari elf. menunggu elf yang berlawanan arah.
Saat menunggu itulah aku putuskan sambil berjalan saja agar tidak tampak menunggu. aku berjalan menikmati pemandangan yang disajikan oleh alam Desa Cisalak Subang Indonesia. Sambil kemudian berpikir akan hikmah dari ketersesatan ini. Tak lama kemudian elf pun datang dan aku tak ingin jatuh ke dalam lubang yang sama karena kata Ippho Santosa dalam bukunya 10 Jurus Terlarang Keledai hewan yang acapkali dinilai bodoh pun tak pernah jatuh ke dalam lubang yang sama. aku terus memastikan tanda - tanda rumah sang tuan dan tetap konsentrasi untuk mendapatkannya. Dan Akhirnya rumah sang tuan ditakdirkan untuk ditemukan olehku. Padahal, kalo memang saat itu rumahnya tetap tidak kutemukan aku memutuskan untuk pulang saja ke Bandung lagi. Alhamdulillah, aku bisa sampai. disambut juga oleh sang tuan rumah dan sahabatku. Cukup melelahkan. But, I enjoy it! terlebih hikmahnya. Kegagalan itu akan kerap kita temui menuju jalan kesuksesan sebagai sebuah pelajaran berharga untuk tahu menikmati bagaimana rasanya sukses itu.
Subang is nice trip!
wtih Wida Ramdania El-Fath (sang tuan rumah)
with Nashiratunnisa Nana (sang sahabat)
Langganan:
Postingan (Atom)