Sabtu, 11 Februari 2012

Dakwah islam di Maroko

Maroko merupakan salah satu negara di Benua Afrika. Negara yang berada di Benua Hitam ini adalah salah satu negara muslim. Negara dengan jumlah penduduk muslim saat ini adalah 28.780.000 jiwa pada awalnya merupakan bangsa yang barbar dengan kebudayaan Arab. Penyebaran agama islam di negara ini adalah pada saat tahun 680 yang dibawa oleh invansi Arab di bawah Uqba ibn Nafi, yang merupakan seorang jenderal yang ditugaskan untuk melayani Damaskus di bawah Bani Umayyah. Pada tahun 788, Idrids memerintah Maroko, menjadi dinasti pertama yang melakukannya. Setelah islam mengadopsi, beberapa berber membentuk dinasti Islam mereka sendiri dan memerintah atas negeri. 
Setelah Islam masuk ke negara Maroko pada zaman kekhalifahan bani Umayyah, Maroko menjadi pintu gerbang kemenangan Islam di Eropa khususnya Andalusia yang dipimpin oleh Tariq Bin Ziyad. Selain itu Negara ini mengalami perkembang yang pesat dalam penyebaran Islam. Selama perjalanan kekhilafahan Islam yang terus berganti dari Dinasti Umayyah, Abbasiyah, hingga Dinasti Turki Ustmaniyah. Maroko menjadi salah satu bagian wilayah Muslim. Hingga akhirnya saat Khilafah Turki Usmani runtuh oleh adanya revolusi yang dilakukan oleh Mustafa Kemal Attaturk yang menjadikan tidak adanya pemerintahan Islam seperti sebelumnya di Seluruh Negara.
Maroko kemudian mengalami penjajahan Sekitar tahun 1920 oleh Negara Prancis hingga Tahun 1956. Sejak runtuhnya kekhilafahan dan kemenangan melawan penjajah pada tahun 1956, Maroko menggunakan sistem pemerintahan Monarki Konstitusional yang kepala Negara adalah raja dan kepala pemerintahan adalah perdana menteri.
Sejak sistem pemerintahan Maroko berubah maka dakwah Islam di Negeri ini pun ikut berubah. Yang semula adanya syariat islam yang berlaku sebgai peraturan dan diganti oleh pertauran yang lain maka dakwah pun dilakukan dengan Partai - partai Politik.
Partai politik islam yang saat ini ada di Maroko adalah Partai Keadilan dan Pembangunan. Parta ini merupakan perpanjangan tangan Ikhwanul Muslimin di Maroko. Pada pemilihan umum legislatif pertama setelah diubahnya konstitusi, Partai ini memenangkan pemilihan umum dengan memperoleh kursi sebanyak 107 kursi di parlemen. Dengan dimenangkannya pemilihan umum ini memungkinkan untuk menjadi langkah awal dalam mengawali kebangkitan Islam. Kemenangan partai ini akan banyak memberikan kontribusi bagi perubahan yang lebih baik. Salah satunya adalah dukungan terhadap Palestina yang pada pemerintahan sebelumnya yang dikuasai oleh Partai Kemerdekaan cenderung bungkam terhadap penderitaan rakyat Palestina. Selain itu, kemungkinan besar dapat diterapkannya peraturan - peraturan yang sesuai dengan syriat islam, salah satunya adalah perintah berjilbab untuk wanita. 
Politik dalam islam menjadi salah satu cara untuk membumikan Islam dan memberikan kemashlahatan umat. Bukan hal yang harus dihindari karena melalui politik itu pula Islam bisa bangkit. Hal ini tercermin dalam pergerakan Ikhwanul muslimin yang bergerak di Maroko melalui partai keadlilan dan pembangunan. 

Sabtu, 04 Februari 2012

10 Days Investigation

Shubuh saat itu hujan turun membasahi desa tempatku tinggal. Aku tengah bersiap untuk kembali melanjutkan rajutan mimpiku di Kota Provinsi. Sejumput rasa malas memenuhi ruang hati untuk kembali ke Kota Provinsi, tapi apa daya ada janji yang harus kupenuhi siang nanti. Aku rapikan barang - barang yang akan kubawa. Pagi ini pukul 08.00 WIB Aku akan berangkat dari rumah. 
"Tan, apa yang perlu ibu siapkan lagi untuk kau bawa?" Ibuku masuk sambil bertanya.
"Hmmm, Sudah cukup sepertinya. tidak perlu terlalu banyak bu." jawabku sambil tersenyum manis.
Tak tega aku meninggalkan ibu sendirian di Rumah mungil kami. Sejak kakak perempuanku menikah dan tinggal bersama suaminya kini tinggal aku dan ibu saja karena bapak telah lama meninggalkan kami pergi menemui RabbNya. Kini ibu hanya ditemani oleh kesibukan mengisi sisa - sisa harinya dengan berjualan kue. Ada beberapa pekerja yang menemani ibu membuat kue. 
"Bu, jangan sedih ya Tania tinggalkan hingga beberapa bulan. Tampaknya pekerjaan akan semakin sibuk bu." 
"Tak apa - apa. Semoga berkah ya pekerjaanmu."
"aamiin ya Rabbal 'alamin"
"Kalau sudah selesai kita sarapan ya." Ibu berlalu pergi meninggalkan aku yang masih sibuk mempersiapkan segala sesuatu untuk kepulanganku ke Kota Provinsi.
Biip Biip Biip
Sebuah pesan masuk ke dalam ponselku.

Asslm, tan loe balik kapan kesini???
gue udah kangen cuy.
kerjaan makin banyak nih.
need you.

Ah dari Rani. aku juga sudah merindukanmu sangat. Kubalas cepat sms darinya.

W3, iya ukh ane balik hr ini. jam 8 brngkt dr sni.
emang ya gw ngangenin sih... hehehehehe
yuhuu tenang kalo udh ad gw bres smw pokoknya... heu :)



Balasan sms pun datang beberapa waktu kemudian


yoyoi ane tunggu kamu ukh disini. di kota perjuangan
heu 4l4y.com. aq juga bru plang nih dr mabit. serem bo!!

seru kayaknya kalo ad kmu.


Oh, dia baru selesai mabit toh. Pasti serem tuh melewati makam - makam yang banyak jumlahnya. Kubalas lagi smsnya

wow, emang sendirian aja ukh??? 
hihihi awas ntar ad yg ngikutin hehehe


Rani membalas lagi


oi, jgn nakut2in dunk.
eh, kalo takut dipertaxkan aqidahnya nih...
heu... cpet yo ksn! 


Kubalas lagi


Hehehe... iya tenang2 aku akan segera kesana
huhuhu wait for me dear...


Pukul 05.30 WIB aku menutup perbincangan melalui Short Message Service 

***

Wah, hujan nih. Tapi, harus segera pulang ada agenda yang menungguku. Tak apalah aku pulang bawa payung ini lah.
Aku kemudian berpamitan pada seorang sahabat yang menemaniku untuk mabit di mesjid raya sebuah instansi pemerintah. Mabit yang rutin ada setiap akhir bulan ini baru kuikuti lagi sejak ramadhan kemarin. kesibukanku sebagai seorang dokter forensik membuatku tak bisa datang bulan - bulan sebelumnya. baru bulan ini aku agendakan untuk mengikutinya. 
Aku melewati jalan menuju gerbang instansi ini. cukup jauh. Aku harus melewati rumah - rumah dan makam - makam. Di shubuh ini melewati makam - makam tampaknya menyeramkan. aku memutuskan untuk mengambil jalan raya saja. Aku melewati setiap senti jalan itu. Hari masih gelap ditambah gerimis dan sepi menemani. Cukup seram. Aku mengalihkan rasa takutku dengan memuroha'ah beberapa hafalan surat. Aku berjalan cukup lambat. Ternyata dugaanku salah. Mengambil jalan raya lebih menakutkan karena melewati gudang - gudang kosong dan tetap melewati makam - makam itu. Untuk mengusir sepi aku memutuskan untuk mengirimkan SMS kepada Tania sahabat dekatku.

Asslm, tan loe balik kapan kesini???
gue udah kangen cuy.
kerjaan makin banyak nih.
need you.

balasan sms datang cepat darinya

W3, iya ukh ane balik hr ini. jam 8 brngkt dr sni.
emang ya gw ngangenin sih... hehehehehe
yuhuu tenang kalo udh ad gw bres smw pokoknya... heu :)



Aku pun membalas kembali smsnya


yoyoi ane tunggu kamu ukh disini. di kota perjuangan
heu 4l4y.com. aq juga bru plang nih dr mabit. serem bo!!

seru kayaknya kalo ad kmu.


Tania membalas kembali

wow, emang sendirian aja ukh??? 
hihihi awas ntar ad yg ngikutin hehehe



Kubalas lagi smsnya

oi, jgn nakut2in dunk.
eh, kalo takut dipertaxkan aqidahnya nih...
heu... cpet yo ksn! 


Cukup cepat ia membalas lagi


Hehehe... iya tenang2 aku akan segera kesana
huhuhu wait for me dear...


Pukul 05.30 WIB Tania menutup perbincangan melalui Short Message Service


Aku kembali melanjutkan perjalanan. Aku melihat dalam sebuah gudang beberapa pemuda tengah duduk dengan tatapan kosong. Aku takut pemuda itu berbuat sesuatu. Kupercepat langkahku agar segara jauh dari daerah itu. Saat aku sedang terburu - buru berjalan agar segera menjauh dari tempat menakutkan itu. Tiba - tiba sebuah benda keras menghantam tubuhku hingga aku terpental dan kepalaku terbentur keras. Darah keluar dari kepalaku. Tiba - tiba seseorang datang dengan wajah panik. Aku melihatnya samar - samar. Aku melihat orang yang datang dengan wajah panik itu adalah dia. Ya, pria yang telah membuat semuanya selalu menjadi kacau. Pria itu yang telah membuat hidupku kacau termasuk hari ini. Tiba - tiba pria itu membawa sebuah batu yang besar dan ia membenturkan batu itu ke kepalaku. Seketika semua begitu menyakitkan saat malaikat mencabut nyawaku dan hidup ini telah berakhir. 


***

Shubuh itu hujan gerimis membasahi kota provinsi tempatku merantau mencari penghidupan. Aku baru saja selesai menghabiskan malam dengan berpesta. Kini saatnya kembali ke rumah mungilku. Kucari orang yang kuajak menemaniku malam tadi. Tidak bisa kutemukan dimanapun. Aku mulai kesal dan ingin sekali marah. Lantas aku pergi menuju tempat parkir menuju mobil favoritku buatan negara der panser. Saat aku melintasi sebuah mobil aku lihat orang yang seharusnya menemaniku sedang bersama yang lain. Seketika rasa marah itu memenuhi ruang hatiku dan ruang pikirku. Aku sudah sangat marah. Bergegas aku menuju mobilku dan kulaju ia dengan kekuatan penuh 100 km/jam. Tak peduli dengan kondisi jalan yang licin atau kondisi diriku yang sedang mabuk. Kulajukan mobil itu secepat mungkin.

Biip Biip Biip


Sebuah pesan singkat masuk ke alam ponsel cerdasku.


Dear, where r u? I wanna go home....


Dasar wanita sialan!! Tak tahu diri sekali. Kubalas cepat sms itu.


Gw dah balik loe balik aja sama cowok kampungan itu.


Sms balasan segera datang


knp loe ninggalin gw???

kubalas sms itu dengan segera

pikir sendiri!!! punya otak kagak loe???


Incoming call 


Kuangkat telepon dari wanita sial itu.

Berdebat panjang lebar soal aku kejadian tadi. Tanpa kusadar aku mulai tak konsentrasi untuk mengemudi dan aku akan menabrak palang pembatas. Untuk menghindari itu aku bantingkan stir dan menabrak seseorang. Aku Shock dan mulai tak keruan. Aku lemparkan ponselku ke sembarang arah dan segera berlari menuju orang yang kutabrak itu. Ah, dia adalah wanita dari masa lalu. Wanita itu. Ah, aku tak mau urusan ini jadi panjang lebar. Kuambil sebuah batu besar dan kupukulkan ke kepala wanita itu. Seketika ia sudah tak bernyawa lagi. Segera aku bergegas menuju mobilku dan kulaju secepat mungkin meninggalkan tempat itu berharap tak ada yang tahu. Lupa bahwa ada yang selalu melihat, Sang Maha Melihat.

***
Aku sudah berada dalam perjalanan menuju Kota Provinsi. Bersiap kembali dengan kesibukan yang penuh di ruang otopsi. Sebelum melaksanakan rutinitas. Saatnya hari ini menikmati perjalanan denga menikmati pemadangan yang tersaji di depan mata. Tiba - tiba sebuah panggilan telepon datang.

Incoming call
Lana

"Assalamu'alaikum, ada apa lan?? koq tumben telepon" Sapaku.
"Wa'alaikumussalam, Tan, Rani Tan."
"Rani kenapa?" Koq aku mulai cemas padahal tadi baru saja sms dengan Rani.
"Rani meninggal Tan. Ditabrak mobil."
Aku sudah tak lagi memegang ponsel. Ponselku sudah jatuh dan aku tak percaya. Tak terasa air mata sudah membasahi pipiku.
Rani, sahabatku masa iya sudah pergi meninggalkan aku... Tidak mungkin... Aku tak percaya...

***

To be Continued

Minggu, 29 Januari 2012

Kita Harus Kembali PadaNya

Aku tak habis pikir kalo satu pekan ini rasanya banyak sekali kesialan - kesialan yang mendatangi. Mulai dari jadwal yang acak - acakan di hari liburan, nilai mata kuliah yang BL, salah strategi, no konsultan yang belum keluar juga, dll. Semua kesialan - kesialan itu membuat dada ini terasa sangat sesak sekali, terasa sangat sempit dan rasanya sudah tak sanggup lagi saja untuk melanjutkan hari demi hari. 
Ya itulah Rabb semesta alam, Allah SWT yang mudah saja memberikan kesempitan untuk seseorang berupa kesialan - kesialan atau ujian - ujian, tapi mudah juga memberi kelapangan pada hamba - hambaNya. Seperti yang tertera dalam surat berikut
“Dan terhadap tiga orang yang ditangguhkan (penerimaan taubat) mereka, hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas, dan jiwa mereka pun telah sempit (pula terasa) oleh mereka, serta telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah melainkan kepada-Nya saja. Kemudian, Allah menerima taubat mereka agar mereka tetap dalam taubatnya. Sesungguhnya Allah-lah Yang Maha Menerima taubat lagi Maha Penyayang.” (At-Taubah:118)
 Ya, saat kita merasakan berbagai macam ujian, kesialan, ketidakberuntungan, dll yang membuat dada ini terasa sempit lagi sesak padahal bumi yang Allah ciptakan betapa luas dan kita merasa lebih baik untuk mengakhiri hidup saja daripada kesempitan ini terus menghimpit kehidupan kita. Namun, hakikatnya bukan untuk menyerah ujian hidup atau kesialan dalam hidup itu mewarnai kehidupan kita. tapi untuk kita mau kembali padaNya.  Agar kita mau untuk bertobat dan kembali kepadaNya. Bertobat adalah cara terbaik agar kesempitan itu berubah menjadi kelapangan dan kita percaya diri untuk melanjutkan kehidupan kita. 
So, saat banyak ujian - ujian yang menyesakkan dada. segeralah sadar bahwa Allah SWT inginkan kita untuk kembali padaNya. Dan Allah sangat senang denga kembalinya kita padaNya seperti yang disabdakan oleh Rasulullah SAW
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:

“Rasulullah saw. bersabda: Allah Taala berfirman: Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku dan Aku selalu bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku pun akan mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam suatu jamaah manusia, maka Aku pun akan mengingatnya dalam suatu kumpulan makhluk yang lebih baik dari mereka. Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta. Apabila dia mendekati-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Dan apabila dia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari.”

Walahu'alam

Senin, 23 Januari 2012

Ukhuwah Kita

Aku masih menatapmu. menatap dirimu yang sedang terduduk menatap kosong ke lantai berlapis karpet itu. Aku ragu untuk banyak bertanya sehingga jadilah aku hanya bertanya, "Sa, kamu kenapa?" dan kamu hanya menggeleng lemah tanpa bergairah untuk menjawab pertanyaanku.
Aku kembali terdiam dan hanya menatapmu lamat - lamat. Dalam benak aku bertanya. kenapa saudariku jadi aneh begini???. sudah hampir tiga pekan ia bersikap aneh. Tak di Kampus, di Kosan, di Organisasi. Ia benar - benar aneh. aku baru menyempatkan untuk mengunjungi kosannya hari ini saja. Kesibukanku di organisasi baru benar - benar tak tertahankan sehingga baru hari ini saja aku meluangkan waktu untuknya. Mungkin ini pun karena aku telah ditegur oleh seorang kakak tentang masalah ini. "adikku, teteh tau dirimu sibuk akhir - akhir ini. Tapi, jangan sampai kesibukanmu melupakan saudarimu sendiri. teteh dengar beberapa hari yang lalu Kisa gak punya uang sampai gak makan. jangan sampai kayak teteh menyesali saat saudari teteh membutuhkan teteh dan teteh tak kunjung datang untuk membantunya. Saat ini mungkin ia tak lagi sejalan dengan kita."
Jleb! aku terpekur cukup lama saat kakakku menasihati hal itu. Kemudian aku memutuskan untuk mengunjungi esok hari saat tugas organisasi ini tak terlalu padat. 
Saat aku hadir di kamarnya aku cukup sulit menemukan senyumnya. Ia hanya menatap datar kehadiranku. Aku mencoba biasa saat hadir di kamarnya. bertanya banyak hal. tapi tak ada jawaban. Ia hanya menjawab secukupnya. Melakukan banyak hal tanpa mempedulikan aku. Aku mencoba untuk menunggu lebih lama kemudian menceritakan pertemuanku dengan kakak yang telah menjelaskan kondisinya saat ini. Ia hanya membantah dan meyakinkan bahwa ia baik - baik saja.
Kemudian datanglah seorang teman kosanmu. Ia pun sama bertanya banyak hal yang kau respon dengan datar tak semangat. Kemudian kami memutuskan untuk melakukan persidangan padamu. Bertanya banyak hal dengan penuh pemaksaan. Ragu - ragu kamu menjawab. Kamu hendak bercerita banyak tapi langsung urung kembali. Sampai akhirnya aku harus pulang, tapi kamu masih belum mau bercerita banyak hal. 
Berminggu - minggu sejak kejadian itu kau kembali ceria. Ah, Aku bersyukur kamu kembali baik - baik saja.
***
Kejadian serupa tejadi kembali di tahun ini. 
Saat ini pun aku sedang menatapmu lamat - lamat. Dirimu yang sibuk tak jelas. Aku jadi tak berani mengganggu. Takut - takut aku berada di dekatmu. Bertanya satu hal kau mengelak lantas keluar bergabung dengan yang lain. Bercanda berusaha menyembunyikan kepiluan. Kedatanganku kembali ke kosanmu setelah cukup lama tak berkunjung juga sama dengan kedatanganku tahun lalu. Namun, aku cukup tahu pasti masalah yang kau alami. Kedatanganku ini pun sama setelah seorang kakak yang lain bertanya soal kamu padaku. Dan ia menitipkan sebuah misi yang harus kulaksanakan. Tapi berkali - kali aku mencoba membuatmu membuka diri soal masalah yang melandamu berkali - kali juga kau mengelak untuk memberi respon. Ah, aku menyerah sajalah. Kau tak membutuhkan aku. Aku tak peduli. Walau sebenarnya perih dalam hati saat senyum kebahagiaan yang tulus itu hilang dari wajah kurusmu
Tapi, sungguh aku tau mau diam saudariku aku ingin membantu meski aku tahu sulit membuatmu mau berbagi. Lantas, aku bertanya apa yang sudah kuamalkan soal teori ukhuwah itu. Membangun kata "saling" itu ternyata tak mudah. Tapi, aku tetap ingin bersamamu pergi ke Surga membuat para nabi dan syuhada itu cemburu.


Ini Soal Sikap

Pagi ini teringat dengan sebuah ungkapan yangterdapat daam buku Stephen R. Covey berjudul 7 Kebiasaan Efektif, yaitu "Perlakukanlah seseorang seperti kau ingin seseorang memperlakukan dirimu"
Kadang, kita ingin sekali orang lain memperlakukan kita dengan sebaik - baik perlakuan. Namun, pernahkah kita mengakui bahwa kadang sikap kita pada orang lain pun tak layak. Karena Hukum III Newton berlaku dalam hal berperilaku. Bunyi hukum III Newton itu adalah "Ada aksi maka ada reaksi" Nah, reaksi yang kita dapatkan adalah aksi yang kita lakukan. Maka, ketika kita mendapatkan reaksi yang kurang menyenangkan untuk kita - semata - mata karena aksi kita jualah yang tak menyenangkan bagi orang lain. Saatnya untuk mengevaluasi diri apabila mendapat perlakuan yang tak kita inginkan.

Kamis, 19 Januari 2012

Senandung Ukhuwah

Hari ini saat semua terasa begitu hambar. Meski langkah terus terayun, tapi tidak ada maknanya. Dan saat seorang menyenandungkan sebuah senandung nasyid yang penuh makna, yaitu Senandung Ukhuwah oleh Sigma. Sesampainya aku dalam sebuah pertemuan dan bertemu dengan seorang saudariku aku meminta untuk dikirimkan lagu tersebut. dan teru mengulang - ulang lagu itu hingga berulang kali. Tak bosan. Ini lirik nya.

Senandung Ukhuwah-Sigma

Diawal kita bersua
Mencoba untuk saling memahami
Keping-keping dihati
terajut dengan indah
Rasakan persaudaraan kita

Dan masa pun silih berganti
Ukhuwah dan amanah tertunaikan
Berpeluh suka dan duka
kita jalani semua
semata mata harapkan ridhoNYA

Sahabat tibalah masanya
Bersua pasti ada berpisah
Bila nanti kita jauh berpisah
Jadikan rhobitoh pengikatnya
jadikan doa ekspresi rindu
Semoga kita bersua disyurga

Rasanya seringkali aku tak paham dengan ukhuwah itu. Meski dalam kelompok pecinta ilmu dan amal materi ini telah dijelaskan. Namun, berkali - kali aku tersandung masalah akan ukhuwah dan berkali - kali aku juga aku masih tak paham dengan semuanya. Tak lupa ternyata Allah masih memberikan kerikil - kerikil dalam perjalanan berukhuwah. Karena ketidakpahamanku atas masalah ini pula aku seringkali merasa tersiksa dan tak mampu menyingkirkan kerikil - kerikil itu. Kemudian aku terpekur dengan lirik lagu ini. Senandung yang begitu menyentuh. 
Saat ternyata sang penggenggam jiwa menggariskan takdir persaudaraan kita. Saat itu kita dipertemukan dengan cara yang Dia kehendaki. Dipertemukan dalam satu lingkup studi, dalam komunitas hobi, ataupun dalam komunitas penuh misi. Kita mencoba saling mengenal satu sama lain dan mulai menaiki anak tangga pertama dalam ukhuwah, Ta'aruf. Kita mulai terus berusaha saling mengenal. Detik demi detik hingga jutaan detik telah terlewati oleh kita untuk saling mengenal. Kemudian mulailah Ia ingin menguji kita agar segera kita menapaki anak tangga kedua ukhuwah. Karena ketidakpahamanku kita belum mampu menaikinya. Seringakali karena kekuranganku dalam ukhuwah ini aku menambah masalah antara kita berdua. Namun, aku masih saja tak mampu belajar hingga semuanya terus berulang dan kita tetap berada dalam posisi yang sama di anak tangga pertama. 
Namun, meski kita masih dalam anak tangga pertama kita terus mencoba untuk saling memahami satu sama lain, merajut keping - keping hati dengan indah dan kita pun merasakan persaudaraan ini. Detik demi detik akan terus kita lalui untuk berukhuwah dan tentu saja karena kita bertemu dalam komunitas penuh misi kita dituntut untuk menunaikannya. Kita jalan perjalananan berukhuwah dan beramanah itu penuh dengan peluh suka dan peluh duka, kita menikmatinya saat kerikil kekecewaan mencoba menggoyang eratnya persaudaraan kita atau memberi tinta hitam dalam catatan kisah persaudaraan kita. namun, kita tetap bertahan dan menjaga untuk mengahdapa RidhoNya. Kusadar persaudaraan ini bukan untuk sekedar memilki teman agar sepi tak mengunjungi. Bukan. Bukan sekedar itu tapi ini tentang bagaimana kita mampu saling mencintai karena Allah. 
Hingga bilangan tahun telah berlalu kita masih dalam anak tangga pertama. Namun, harus kita sadari sepenuhnya bahwa saat garis takdir pertemuan kita bekerja maka garis takdir perpisahan kita pun sedang menunggu saat waktunya tiba, sedang aku belum mau karena aku ingin saat kita berpisah kita berada di anak tangga tertinggi, yakni itsar. Aku sungguh tak mau. 
Pasti perpisahan itu tak terelakkan lagi. Pasti terjadi. Sudah menjadi kodratnya. Maka biarlah perpisahan kita itu tak membuat keping - keping hati kita terputus rajutannya maka biarlah rhobitoh menjadi pertahanan kita untuk tetap saling mengikat meski raga tak lagi berjumpa. Atau, saat rindu mendera perjalanan persaudaraan kita birkan biar saja do'a - do'a kita menjadi ekspresi rindu kita. biar ia menjadi obat. Dipertemukan dalam do'a. 
Aku tahu persaudaraan ini bukan untuk mengusir sepi. apalagi untuk sekedar mengisi waktu, bukan pula sekedar punya tempat untuk menampung cerita suka atau duka. Bukan. Sungguh bukan itu. Persaudaraan ini untuk membuat kita berkumpul di SurgaNya. Sungguh indah nian. Semoga kita bersua di SurgaNya~~

Kita pasti bisa saudariku. Untuk membuat para nabi dan syuhada itu cemburu. 
Wallahu'alam....

^_^

Pagiku

Ini adalah pagi keempat aku merasa malas untuk beraktivitas. Menjalani hari tanpa ada rencana yang pasti. Semuanya bergerak tanpa arah apalagi memenuhi target harian. Di hari keempat ini semua rasa masih mengaduk - aduk hatiku sedih, bingung, tak rela, malas, kecewa, dan perasaan negatif lain terus berdesak - desakan memnuhi ruang hati. Meski terkadang rasa bahagia sejenak timbul tenggelam hadir diantar kerumunan itu. Namun, aku sedih kemana perginya rasa semangat hanya di hari pertama ia masih muncul meski tak dominan. Ah, Pagiku sudah begitu suram bagaimana dengan kelanjutan harinya??? Apa yang bisa mengusir semua rasa negatif yang kini masih berebut tempat dalam ruang hatiku bahkan mengenyahkan rasa bahagia dan semangatku??? Pergi - pergi sana kalian aku ingin sesemangat yang dulu. Aku masih muda tak ingin terus seperti in. tapi, kenapa kalian masih memenuhi semua ruang hati ini????

"Kondisikan pagimu maka sepanjang hari akan terkondisikan."

Rabu, 11 Januari 2012

The First Time I Know You #Sang Penasihat

Selepas mengisi saat akhir - akhir hari ini bersamamu dan terlintas untuk membuat catatan ini saat teringat beberapa obrolan kita hari ini. sedikit catatan saja sebagai pengingat bahwa hari itu kita dipertemukan olehNya. I give this note with a simple tittle, the First Time I Know You. Wida Ramdania El-Fath.
Saat tahun pertama kuliah di Universitas Pendidikan Indonesia. Saat hari pertama di tahun 2010 saat itu aku mendapat undangan untuk hadir dalam sebuah acara yang berjudul Olahraga Bersama dalam bahasa gaulnya adalah Riyadhoh Jama'i. Saat mendapat undangan ini aku tak merasa bahwa hari itu aku akan dipertemukan dengan seseorang, yaitu dirimu. Kegiatan itu hanya pengisi waktu saja di hari pertama di tahun 2010 yang saat itu aku memutuskan untuk tak pulang ke Rumah padahal bibiku saat itu sedang kritis. Namun, Allah memang sudah punya rencana bahwa hari itu aku harus bertemu kamu. 
Aku datang bersama Bos Arisan ngajiku saat itu dan bersama seorang anggota arisan yang juga tak pulang. Dengan sedikit terburu - buru karena datang terlambat. Saat samnpai di Tempat, yaitu SDN Sukarasa 3,4,5 ternyata lokasi masih kosong melompong, baru ada beberapa orang panitia dan peserta dan kamu sudah ada disana dengan panitia juga. setelah menunggu tak lama. acara pun dimulai. dan ternyata kamu jadi pembawa acaranya saat itu. Saat itu aku tak terlalu ambil pusing dengan adanya kamu tak terlalu peduli aku hanya melewati hari itu dengan rasa bahagia bersama bos arisan dan yang lainnya. Bahkan, selepas kegiatan itu selesai aku menganggap kau orang yang sama dengan seseorang yang panitia juga seperti kamu. aku bahkan tak tahu namamu. 
Namun, setelah setelah bilangan tahun terlewati dan ternyata Allah berkehendak untuk membuat kita tak sekedar pernah bertemu saat itu saja. Ternyata setelah pertemuan pertama itu Allah memberikan bilangan hari yang cukup untuk membuat kita seperti saat ini. Namun, aku lupa sejak kapan kita bisa lebih dari sekedar penah dipertemukan saat itu. Aku lupa apa yang membuat kita justru bisa lebih dari sekedar tahu atau sekedar mengenal saja. Kita ditakdirkan melewati jutaan detik bersama yang membuat kita semakin tahu bahkan lebih dari sekedar tahu tapi justru mengenal, memahami siapa masing - masing dari diri kita. 
Ah, catatan ini bukan untuk sekedar mengenang masa lalu belaka yang membuat diri ini senyum - senyum sendiri saat mengingatnya, tetapi lebih dari itu. Aku tersadar bahwa setiap orang akan dipertemukan dengan seorang lainnya. kadang, tak sadar bahwa sejak pertemuan itulah justru takdir - takdir selanjutnya kemudian beraksi dan memberikan catatan di lembar kehidupan yang akan membuat lembaran - lembarannya penuh dengan warna, baik warna sehitam pekat atau seceria warna pelangi.  
Aku teringat bahwa saat itu aku dipertemukan denganmu adalah saat kau bilang bahwa, "dulu aku sepertimu, dan tahukah kamu kita pertama kali bertemu di saat kegiatan Riyadhoh Jama'i" yang bahkan aku lupa kapan aku bertemu denganmu. Kemudian aku teringat kembali dan membuka file dokumentasi kegiatan itu. aku melihat video saat kita melakukan senam bersama dan kamu ikut senam bersama peserta lainnya dan aku tak tahan untuk sedikit menahan tawa. file - file itu membuat aku jadi rindu.
Ah, cerita yang gak jelas. ntah apa yang ingin diungkapkan, tapi ini hanya sebuah catatan saja tentang pertemuan itu. 



#11 Januari 2012

Senin, 02 Januari 2012

Fotografi, Dakwah Gaya Baru

Dakwah adalah sebuah keniscayaan yang harus dijalani oleh seorang muslim karena Allah SWT telah memerintahkan kita untuk melakukan sebuah kegiatan amar ma'ruf nahyi munkar. Seperti yang telah difirmankan oleh Allah dalam surat Ali - Imran ayat 110, "Kamu (umat islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan dari mereka adalah orang - orang fasik." Tak terelakkan lagi, semua manusia yang mengikrarkan dua kalimat syahadat sudah sepatutnya melaksanakan kegiatan amar ma'ruf nahyi munkar atau biasa disebut dengan dakwah. 
Dakwah memang sudah banyak dilakukan oleh sebagian umat muslim. Dakwah yang dilakukan pun telah menggunakan berbagai cara, diantaranya adalah melalui ceramah yang dilakoni dari mesjid ke mesjid, dari  tabligh akbar yang satu ke yang lainnya, dari televisi ke televisi, dari radio ke radio, dll. Kemudian dakwah juga bisa dilakukan dengan pergerakan dakwah, seperti Tarbiyah, jamaah Tabligh, Hizbut Tahrir, dll. Dakwah juga sudah mulai dilakukan melalui politik praktis atau partai politik, seperti PKS, Ikhwanul Muslimin, dll. Dakwah pun semakin marak mengisi ruang media hari ini. banyak ulasan - ulasan yang bernafaskan dakwah di berbagai media cetak, eletronik yang bisa diakses oleh semua orang kapan saja. Dan banyak lagi gaya - gaya dari dakwah yang bisa dilakukan yang terpenting adalah bagaimana pesan dari nilai - nilai islam itu tersampaikan. Dan dakwah yang cukup baru untuk dilakoni oleh seorang da'i adalah Fotografi. 
Dunia Fotografi memang sedang marak - maraknya saat ini. Fotografi yang mulai berkembang di Indoneisa sejak tahun 1841 saat Indonesia masih dalam jajahan Belanda, saat itu pemerintah Belanda mendatangkan Dr. Jurriaan Munich untuk mendokumentasikan aktivitas Hindia Belanda. Kemudian pada Tahun 1857, Water Woodbury dan James Page yang berkebangsaan Inggris datang ke Indonesia. Mereka menjadi tukang potret yang komersial dan melayani jasa pemotretan para bangsawan. Kemudian pada tahun 1875, seorang pria asal jawa bernama Kassian Chepas asal Yogyakarta menjadi tukang potert pertama yang berkebangsaan Indonesia menjadi tukang potret di Keraton dan Kesultanan untuk mengabadikan aktivitas kerajaan. Namun, sejak meninggalnya tukang potert pertama ini pada tahun 1912 ini perkembangan fotografi Indonesia tidak mengalami hal yang berarti. Kemajuan fotografi Indonesia baru terlihat sejak tahun 1960-an sejak perekonomian Indonesia mulai pulih. Saat ini bisa kita rasakan sendiri perkembangan fotografi di Indonesia cukup pesat karena setiap orang bisa dengan mudah menjadi fotografer dadakan dengan kamera poket yang mudah untuk dimiliki semua orang bisa jeprat jepret sana sini. Pun, seharusnya dakwah pun bisa mengikuti perkembangan bidang ini karena foto mampu menyimpan sejuta cerita yang bisa dimanfaatkan untuk dakwah. Dakwah lewat fotografi yang seperti apa??? ini sedikit ulasannya

1. Foto
Apa yang biasa anda lakukan dengan kamera poket anda atau DSLR anda??? Hanya untuk terlihat keren saat mengambil objek gambar? atau sekedar menjadi media untuk bernarsis - narsis ria? Foto merupakan sebuah media yang bisa kita gunakan sebagai media dakwah. karena foto menyimpan seribu cerita. Foto memiliki kandungan hikmah yang bisa kita jadikan sebagai pelajaran. contohnya saja foto di atas. dari foto tersebut kita bisa menfasirkan banyak maksud tapi maksudnya baik kan menginspirasi untuk mau tilawah atau foto di bawah ini. Fotonya menunjukan bahwa tilawah bisa dilaksanakan dalam kondisi apapun.Banyak pula foto - foto yang tidak layak untuk ditampilkan karena bisa menimbulkan hal - hal yang tidak diinginkan muncul di berbagai media. Alasannya itu adalah seni. Seni yang menurunkan derajat moral kita. Sudah saatnya kita pun mengambil alih bidang ini dengan alasan dakwah karena sebuah foto mampu mempengaruhi seseorang. Karena foto mampu menginspirasi seseorang untuk melakukan hal yang sama. Baik jika foto itu bernilai positif atau negatif.



2. Bisnis Foto
Bisnis adalah hal yang sedang digencarkan oleh sebagian masyarakat kita. Menjamurnya jasa tukang foto untuk kegiatan Wedding, Pra wedding, atau studio foto pun sudah hal yang umum di masyarakat kita hari ini. Namun, bisnis fotografi ini masih dikuasai oleh orang - orang yang belum mengemban misi dakwah sehingga banyak nilai - nilai islam yang ditabrak begitu saja tanpa dipedulikan.Sebagai umat muslim yang sedang berusaha mengamalkan surat Ali - Imran ayat 110 sudah sepatutnya kita tiupkan udara dakwah dalam nafas bisnis kita..

3. Modal
Modal untuk bisa dakwah dengan fotografi adalah pemahaman kita tentang ajaran islam haruslah sudah lurus dan benar. agar apa yang kita berikan bukanlah ajaran yang bertentangan dengan Al-Qur'an dan As-sunnah. Modal untuk memulai dakwah ini adalah Azzam yang Kuat dan Keyakinan yang bulat.

Namun, terkadang masih ada orang yang memperdebatkan apakah fotografi itu halal dalam agama kita???
Hal tersebut harus kita pelajari secara mendalam dalam ulasan yang lain.

Wallahu'alam 

Minggu, 01 Januari 2012

Menemukan Potongan Puzzle Hidupku di Subang Part 3

Pagi yang dingin kala itu ternyata masih menyisakan banyak kerinduan. Inilah KISAH SURABI di Subang. 

Pagi yang dingin setelah kita menikmati lelapnya malam dan nikmatnya dini hari dan shubuh itu. setelah menunaikan kewajiban harian. Kami akhirnya bersiap - siap untuk melawan kegelapan dan memenangkan sepotong surabi yang katanya melegenda di tanah Subang. Namun, ternyata sang tuan rumah menolak mentah - mentah rencana kami untuk pergi melawan kegelapan itu. sang tuan rumah malah asyik dengan alam bawah sadarnya. Usaha kita (aku dan sahabatku.red) untuk membuat sadar sang tuan rumah membuahkan hasil saat raja siang mulai menghalau gelap itu. Akhirnya perjuangan pun dimulai! Kami berangkat berempat menuju tempat legenda itu. Aku, sahabatku, sang tuan rumah, dan shaun the sheep. Perjalanan kami pada awalnya baik - baik saja bahkan aku dan sahabatku mengisi perjalanan dengan berbagi cerita masa lalu tentang kerajaan kami dulu. Miris karena kerajaan itu sudah tak seperti dulu.Namun, perjalanan yang mudah buat aku dan sahabatku itu sepertinya tidak buat sang tuan rumah dan shaun the sheep. Mereka mengalami berbagai macam rintangan yang membuat shaun harus menyerah dan ia dibawa pergi oleh sang tuan rumah lainnya untuk sampai kesana. 
Kami melanjutkan perjuangan itu bertiga saja. Menelusuri setiap senti perjalanan. menikmati udara segar desa kasomalang. Mencoba untuk berlari agar segera sampai menuju tempat tujuan. Sampai perjuangan itu pun berakhir karena akhirnya sampai juga di tempat legenda itu. Shaun the sheep juga sudah sampai. Benar - benar melegenda. berbeda dengan tempat pembuatan surabi di sekitar gubukku di Bandung yang sudah sedikit modern sehingga rasanya ada yang hilang, tapi surabi yang satu ini, Wuih mantaps sekali. masih menggunakan suluh (kayu bakar.red) dan di buat masih menggunakan cara yang sama dengan dahulu kala. benar - benar artistik, futuristik, dan klasik. Terlebih yang membuat surabi ini begitu menggoda adalah menggunakan telor dan sambal oncom yang mantaph sekali. Aku menikmati surabi dengan telor mata sapi di atasnya serta surabi yang biasa saja. Sahabatku menikmati surabi dengan telor dadar saja, dan sang tuan rumah menikmati dua surabi yang original. ada kisah menarik soal original ini. saat sang tuan rumah meminta pada ibu untuk dibuatkan surabi yang Original itu ibu pembuat surabi terdiam tak mengerti. Sang tuan rumah telah salah memilih kata yang kurang tepat untuk digunakan karena sang ibu pembuat surabi tak paham apa makna original itu. Selayaknya memang kata yang digunakan dalam komunikasi harus tepat sesuai dengan lawan bicara kita. 
Akhirnya surabi yang dibuatkan oleh tangan ibu yang cukup tua itu bisa kita nikmati dengan lahap. Terbayarkan sudah perjuangan kami melawan gelap yang keburu terhalau oleh sang raja siang dan perjuangan kami dalam melewati berbagai rintangan untuk menikmati sepotong surabi yang benar - benar nikmat sangat. Terpikir untuk memperpanjang kenikmatan itu dengan membuka cabang baru surabi ini di Bandung. rencana yang bagus untuk dilaksanakan. Cukup untuk saat itu. Surabinya sudah cukup kami nikmati dan kami kembali untuk pulang ke rumah sang tuan. Aku pun harus bergegas bersiap - siap untuk segera meninggalkan Subang karena kota yang lain sudah rindu padaku. Sukabumi.
Setiap langkah yang kutapaki untuk meninggalkan kota ini aku merasa begitu rindu. setiap senti aku menjauh pergi dari kota rasanya kerinduan itu semakin mendalam. rindu tak terkira untuk Surabi itu. Terbayang olehku kapan saat aku akan menikmati sepotong surabi itu lagi. Entah itu besok, lusa, pekan depan, bulan dengan, tahun depan, atau dengan kehidupan yang baru yang akan kami lewati bersama. Entahlah tapi aku akan benar - benar merindukan kota itu especially Surabi. Surabi, I miss you so Much!
Inilah kisah surabi itu. Surabi yang kurindukan.

Subang, Nice Trip! NIce Holiday! The Best! ^_^


Sabtu, 31 Desember 2011

Menemukan Potongan Puzzle Hidupku di Subang Part 2

Setelah melakukan perjalanan panjang yang menyenangkan liburan sesungguhnya baru dimulai! Namun, sayang sesampainya aku di rumah sang tuan itu ternyata sanak saudara sang tuan sedang berpergian untuk menikmati hari libur juga dan sang tuan pun harus menyusul mereka. Alhasil, aku dan sahabatku ditinggal di  rumah sang tuan berdua saja. Aneh memang tapi ya begitulah adanya. Kebiasaanku saat di Rumah orang lain untuk pertama kali aku selalu merasa sedikit ngeri dan itulah yang kualami. Terlebih ditinggal bersama sahabatku yang sama penakut juga. Sejujurnya kami ditinggal dalam keadaan lapar. Yang tersisa adalah gorengan yang kubeli tadi pagi  untuk sarapan dan beberapa snack saja dan ada satu lagi harta kita, yaitu Pop Mie gorengnya sahabatku dan kita pun berbagi dalam suka dan duka soal makanan itu. Sambil menunggu kedatangan sang tuan rumah dengan penuh harapan. Menunggu sambil belajar masak bersama sahabatku di cooking academy dan sambil beradu mulut soal siapa yang harus keluar membeli nanas buat di rujak. 
Tak lama kemudian akhirnya sang tuan rumah pun kembali dengan sepasukan tuan rumah lainnya. Dan membawa sebungkus makanan. Tentu saja demi menghilangkan protes lambung yang kian menjadi kami langsung menyantap sebungkus sate sapi dan sebakul nasi. Selesai kami makan kami pun segera bergegas membeli nanas untuk dirujak. Tahukah berapa buah nanas yang tuan rumah beli untuk kami???? nanas yang pada akhirnya dibawa pulang dan kuberikan pada seseorang yang spesial. Kami pulang dengan segenap harapan untuk menikmati rujak nanas yang digabung sama buah mangga muda yang manis. anehnya sambal rujak yang biasanya itu bikin kepedesan kali ini berbeda sambalnya sama sekali gak pedes siapa lagi kalo bukan sahabatku yang berulah soal sambel ini. Tapi yang benar - benar aneh itu soal mangga yang kata mereka (tuan rumah dan sahabatku.red) muda itu benar - benar manis dan gak asem. Baru kali ini ngerujak seperti ini. Beda khas subang mungkin ya. 
Acara rujak merujak itu diramaikan oleh si shaun the sheep keponakan sang tuan rumah. Balita berusia tiga tahun itu benar - benar bikin capek aja tapi Luuuuccccuuuu. bikin sahabatku harus berlarian dan menggerutu tiada akhir buat meladeni anak itu. dan susah banget diajak kooperatifnya heu. tapi disanalah seninya dalam mengambil hati seorang anak kecil memang perlu seni. Dan tak bisa sekejap seninya bisa kita dapatkan dengan mudahnya. perlu ada latihan dari sekarang karena nanti aku akan sering membutuhkan seni mengambil hati anak - anak itu. teringat pesan sang murobbi(guru.red)ku tercinta, "segala sesuatu untuk kehidupan setelah pernikahan itu harus disiapkan dari sekarang." Pesan yang beliau dapatkan dari nenek murobbiku. Soal si shaun ini, sahabatku berencana untuk menjodohkan dengan keponakannya yang katanya alasannya adalah punya nasib yang sama karena sering ditinggal ayahnya. tak terbayang kalo memang itu terjadi rasa - rasanya mungkin mereka akan bercerita soal kisah yang sama. Kisah tentang ayahku bukan bang toyib tapi aku jarang berjumpa dengannya. 
Suasana sore itu diramaikan juga oleh seorang gadis asal cibolang calon ibu juragan bodeng ikut nimbrung lewat sms - sms nya kepada tuan rumah. ia tak ikut karena tak kami ajak. tentu saja tak kami ajak karena ia sudah meninggalkan kota bandung sejak lima hari sebelumnya saat rencana liburan ini belum tercetuskan. calon juragan bodeng ini ini menamai dirinya ci LuBang alias ci Lucu Banget. untuk sekedar membuat hatinya bahagia kami ajak ia untuk ikut dalam rencana menonton film hafalan Sholat Delisa nanti. 
malam aku lewatkan dengan menonton drama korea tentang kepribadian ganda. inspiratif. pelajaran yang bisa diambil dalam filmnya adalah terkadang saat kita tak ingin menerima suatu keadaan yang membuat kita amat teramat sangan bersedih kita akan berubah menjado orang lain hanya untuk sekedar meluipakan masalahnya. Tapi, bagaimanapun juga sebenarnya yang terbaik adalah menghadapinya karena cukup saja kepribadian kita satu. dilanjut dengan makan malam yang saat itu sahabatku sudah tumbang dan sudah entah kemana. alhasil, I enjoy a simple dinner with tuan rumah. nice dinner dengan sedikit cerita masa lalu soal lingkaran mizu dan beberapa kisah soal lingkaran - lingkaran cahaya. Keep it secret from the other!

And theeennnnn menutup hari dengan sebuah ketakutan akan 'sesuatu'.

with Shaun the sheep (dede Rafa)
with Calon Juragan Bodeng (Aeni Lfc Moc Moc)

Menemukan Potongan Puzzle Hidupku di Subang Part 1

Ah Penat!!!!! itulah yang kurasakan selama hampir 1 bulan kemarin. sibuk dengan akhir kepengurusan di himpunan mahasiswa jurusan dan juga di komisi pemilihan umum. belum lagi dengan tugas - tugas akhir semester. bikin kepala pusing tujuh keliling rasanya. dan tibalah saatnya di penghujung perkuliahan and then HOLIDAY!!!! yupz liburan. akhirnya ada liburan. hmmm tapi liburan kemana?? itulah yang muncul dalam benakku saat itu. pulang ke rumah rasanya baru saja kemarin. ingin hal yang beda. sejenak berpikir cukup saja liburan di bandung dengan menikmati tayangan di Biokop terbaru, yakni Hafalan Shalat Delisa. Film yang bagus buat di tonton pikirku karena baca novelnya saja buat aku gak beranjak di depan layar laptop setengah hari dan bikin mata kebanjiran. Dan akhirnya me-list agenda liburan di Bandung. 
Saat syuro rohis jurusan aku mengutarakan rencanaku untuk liburan di Bandung pada salah seorang sahabatku. Dan ia ingin ikut rencanaku dan mengajukan juga seseorang untuk ikut rencanaku menonton film tersebut. Akhirnya dengan izin Allah SWT rencananya jadi berubah total liburannya jadi ke Subang dan tetap akan pergi nonton film itu tapi tidak seperti rencana. Namun, karena ada agenda pekanan yang berat untuk ditinggalkan yang bersamaan dengan jam keberangkatan ke Subang akhirnya aku pergi sendiri ke Subang keesokan harinya. 
Malas rasanya untuk pergi pagi itu. Tapi, mencoba untuk mengenyahkan rasa malas itu. akhirnya berangkat dari kosan dengan segenap rasa. tak lupa untuk sarapan terlebih dahulu dan kemudian menuju terminal ledeng. Saat di Terminal harus menunggu kurang lebih satu jam. dan Akhirnya berangkat!!! Tak merasa akan terjadi sesuatu yang aneh saat itu. Merasa biasa saja bahkan teramat sangat biasa. saat mendapat petunjuk dari sang tuan rumah rasanya akan sampai sesuai dengan dugaan.Perjalanan Ledeng ke Patung Nanas tidak ada yang aneh. semua baik - baik saja. Perjalanan yang terhambat karena macet masih biasa saja. Kemudian perjalanan dilanjutkan dari Patung Nanas ke rumah sang tuan. petunjuknya cukup membingungkan tapi ah masih bisa diatasi. Namun, bukan liburan kalo memang perjalanan ini biasa saja bukan??? dan kemudian keanehan demi keanehan mulai bermunculan. Saat naik Elf menuju rumah sang tuan mendapat kursi paling belakang dan di tengah di tambah elf yang kutumpangi pun sangat penuh bahkan ada yang harus bergelayut di pintu elf. Pada awalnya aku cukup konsentrasi untuk menemukan petunjuk dari sang tuan rumah, tetapi lama kelamaan perhatiaanku tersita oleh seseorang yang bergelayut di pintu. hmm tertarik pada wajahnya. Orang itu tampak seorang lelaki yang nakal terlihat dari wajahnya dengan model rambut mohawk dan bibir yang hitam karena kebiasaan merokok, sedikit menemukan juga beberapa tindikan. Hmmm, lantas aku berpikir Apakah sifat nakal seseorang dipengaruhi oleh wajahnya atau wajah dipengaruhi oleh sifat nakalnya??? penasaran dengan jawaban itu kemudian bertanya pada salah seorang kakakku melalui short message service. Habis sudah perhatiaanku pada urusan ini. Aku menunggu balasan dari kakakku itu sambil melihat keluar barakali aku sudah sampai tapi aku tak menemukan petunjuk kalo aku sudah sampai, tapi rasanya hati ini mulai tak nyaman, firasatku mengatakan kalo aku sudah terlewat dari rumah sang tuan. Ah, tapi aku masih percaya diri kalo aku masih belum sampai. Akhirnya balasan sms itu datang dan jawabannya adalah Sifat mempengaruhi wajah. Hmm, aku lantas memperhatikan sekitar dan berpikir macam - macam. ada seorang wanita yang berangkat bersamaan saat dari ledeng ia duduk di bangku di depanku dan duduk di samping kakek tua yang sedang merokok. ia tampak sekali merasa risih dengan apa yang dilakukan sang kakek, kemudian aku berpikir dan teringat akan bahaya rokok dan cerita seorang anak yang meninggal karena bapaknya sering merokok sedang ia tidak. Ia meninggal karena perokok pasif. Betapa mengesalkan rasanya saat ada yang merokok di sekitar kita. dan juga teringat bahwa rokok membuat IQ kita jongkok. Hmmm pantas saja negeri ini belum bangkit kalo SDM saja masih menjejali dirinya dengan asap beracun itu. Hmmm, elf masih saja melaju dengan kecepatan standar dan menghasilkan asap hitam yang mengotori atmosfer itu dan aku masih belum juga tersdar kalo sudah terlewat dari rumah sang tuan. Saat, lelaki nakal itu dan beberapa orang teman - temannya kemudian turun di tempat pemancingan ikan aku langsung tersadar kalo rumahnya sudah terlewat. Aku sudah memasuki dua desa yang berbeda dengan tempat tinggal sang tuan rumah. lantas aku mengirimkan SMS dan menanyakan apakah rumahnya sudah terlewat. dan benar saja aku sudah terlewat cukup jauh dengan rumah sang tuan. Aku bergegas turun dari elf. menunggu elf yang berlawanan arah.
Saat menunggu itulah aku putuskan sambil berjalan saja agar tidak tampak menunggu. aku berjalan menikmati pemandangan yang disajikan oleh alam Desa Cisalak Subang Indonesia. Sambil kemudian berpikir akan hikmah dari ketersesatan ini. Tak lama kemudian elf pun datang dan aku tak ingin jatuh ke dalam lubang yang sama karena kata Ippho Santosa dalam bukunya 10 Jurus Terlarang Keledai hewan yang acapkali dinilai bodoh pun tak pernah jatuh ke dalam lubang yang sama. aku terus memastikan tanda - tanda rumah sang tuan dan tetap konsentrasi untuk mendapatkannya. Dan Akhirnya rumah sang tuan ditakdirkan untuk ditemukan olehku. Padahal, kalo memang saat itu rumahnya tetap tidak kutemukan aku memutuskan untuk pulang saja ke Bandung lagi. Alhamdulillah, aku bisa sampai. disambut juga oleh sang tuan rumah dan sahabatku. Cukup melelahkan. But, I enjoy it! terlebih hikmahnya. Kegagalan itu akan kerap kita temui menuju jalan kesuksesan sebagai sebuah pelajaran berharga untuk tahu menikmati bagaimana rasanya sukses itu.   

Subang is nice trip!

wtih Wida Ramdania El-Fath (sang tuan rumah)
with Nashiratunnisa Nana (sang sahabat)

Resep Nasi Tutug Oncom Tasik

Bahan :
Nasi hangat (kira-kira untuk 4 porsi)
150 gr oncom, goreng/bakar sampai matang
3 bawang putih, goreng sebentar
6 cm kencur
5 cabe rawit merah (atau sesuai selera)
1 sdt garam (atau secukupnya)

Cara Membuat :
Haluskan semua bumbu
Tambahkan oncom goreng, ulek kasar
Siapkan nasi hangat, tambahkan oncom yang sudah berbumbu
Aduk2 (ditutug) sampai cukup rata
Sajikan segera selagi hangat

Pelengkap :

Agar lebih nikmat dapat disajikan dengan :
Sambal terasi sesuai selera
Lalapan, seperti mentimun
Tempe mendoan/bakwan

Tips :

Sambal oncom bisa disajikan terpisah (tidak perlu diaduk bersama nasi)


sumber : www.resepmasakanonline.com

Jumat, 30 Desember 2011

Daftar Fenomena Angkasa di 2012

Daftar Fenomena Angkasa di 2012

I Have No Reason again…


Pagi itu menjadi pagi yang panik. Sebuah kabar yang ikut bersama angin meramaikan kehidupan pagi hari itu. Ya, sebuah kabar yang membuat diri berpikir, “Bagaimana mungkin?”. Sebuah kabar yang menceritakan bahwa seorang lelaki penjual pakaian di Pasar subuh beberapa hari yang lalu memutuskan untuk mengakhiri kehidupannya dengan cara yang cukup mengenaskan. Ia pergi ke sebuah tempat yang disana terdapa sebuah rel yang akan dilintasi oleh kereta api pada pukul 5 subuh hari itu. Ia memutuskan untuk berdiri di atas rel kereta api dan tepat saat kereta api melintas tubuhnya tertabrak oleh kereta api. Mengenaskan. Sungguh mengenaskan. Kehidupan yang diakhiri begitu saja yang pada hakikatnya tetap saja ia bukan mengakhiri masalah kehidupannya hanya membuka permasalahan baru yang penyelesaiannya lebih menyakitkan. Hukuman alam kubur dan hari akhir nanti.
                Sejenak diri ini berpikir, “apa yang membuat orang itu memutuskan untuk bunuh diri? seberat apa sih kehidupan yang menimpa orang itu hingga ia memtuskan untuk segera meninggalkan kehidupan ini?”. Kemudian membayangkan bagaimana menjadi orang itu. Mencoba merasakan segenap rasa yang dirasakannya dengan berbagai macam permasalahan yang mendera hidupnya. Kemudian mendapatkan sedikit kesimpulan dari rasa empati itu. Kesimpulannya adalah “I Have No Reason Again…” Ya, rasanya tidak ada lagi alasan yang menyebabkan mengapa diri ini harus tetap hidup di dunia. Maybe it’s a reason why the man suicide.
                Masalah itu memang selalu silih berganti mewarnai kehidupan kita. Namun, terkadang ada sebuah permasalahan yang sama yang selalu memberi warna yang dominan dalam kehidupan kita. Anything can be. Apapun itu kita punya permasalahan yang berbeda tapi ia dominan mendatangi kehidupan kita. Seorang yang kaya selalu sibuk dengan permasalahan sosialnya atau seorang yang miskin sibuk dengan permasalahan ekonominya atau juga seorang aktivis dakwah yang sibuk dengan permasalahan VMJ-nya. Apapun itu tapi permasalahan inilah yang justru membuat kita seringkali jatuh ke dalam jurang keputusasaan atau jatuh ke dalam jurang kemaksiatan. Permasalahan yang membuat kita lupa akan satu – satunya alasan yang membuat kita bertahan untuk tetap mengarungi jalan kehidupan yang dipenuhi onak dan duri dan jalan yang terjal. Teringat akan sebuah kisah yang diceritakan oleh seorang ustadz dalam sebuah film untuk mengenang beliau. Beliau tengah ditanya oleh seorang muridnya, “Ustadz, gimana ya sekarang temen – temen ane kayaknya udah pada gak semangat lagi buat dakwah, di liqoan omongannya poliiiittiiikkk aje? Hamasah buat dakwahnya kayak udah ilang gitu tadz.” Kemudian ustadz menjawab, “ada sebuah kisah tentang monyet. Monyet itu memanjat pohon yang saanggaaatttt tinggi, tapi ia mampu sampe manjat sampe puncaknya. Tiba – tiba ada angin puting beliung yang menghempaskan pohon itu hingga bergoyang dengan sangat kuat. Namun, monyet itu dengan sekuat tenaga bertahan dan mampu untuk bertahan. Namun, saat ada angin sepoi – sepoi yang membuat si monyet justru nyaman sehingga ia lupa untuk berpegangan tangan pada pohon dan dalam waktu kurang dari lima detik ia terjatuh ke dasar tanah.” Itulah sedikit kisah dari seorang ustadz dari sebuh jamaah dakwah yang tengah memberikan tausiyah kepada muridnya tentang sebuah masalah dalam dakwah. Cerita itu memberikan kita sebuah pelajaran bahawa boleh jadi masalah yang pahit, kesedihan, kemiskinan, atau segala sesuatu yang menyakitkan kita tetap mampu bertahan dan kuat untuk menghadapinya, tetapi dengan sebuah sesuatu yang nyaman justru kita kalah dan membuat kita hilang akan alasan yang membuat kita tetap bertahan dan menyebabkan kita jatuh ke dalam jurang kemaksiatan. Atau kadang kepahitan pun membuat kita lupa akan alasan yang memaksa kita bertahan seperti yang dialami oleh lelaki yang bunuh diri itu.
                Apabila saat ini sudah tak ada lagi alasan yang memaksa kita bertahan dalam hidup yang serba baik atau benar – benar kehidupan dalam keadaan baik ataupun tidak. Atau apabila orang lain yang mengalami itu tak hendakkah kita mencoba berempati atau merenungi semuanya agar kita mampu menciptakan alasan yang pasti yang membuat kita mau bertahan dalam kehidupan yang pahit ini atau membuat orang lain mau menciptakan alasan tersebut hingga ia tetap bertahan juga???? Namun, sebenarnya APA ALASAN ITU???? MASIH BERTANYA – TANYAKAH KITA???????? CUKUP ALASAN ITU SATU SAJA!!!! ALLAH SWT!!! Cukup Ia saja yang menjadi alasan mengapa kita harus tetap bertahan dalam kondisi apapun!

#tersadarkan bahwa semuanya memang cukup Allah saja.

Jumat, 09 Desember 2011

Korupsi di kalangan mahasiswa

Korupsi????
Apa reaksi yang anda berikan saat mendangarkan kata ini???
Bete? Kesel? sedih?
Banyak pilihan rekasi yang bisa kita berikan. Tapi, sebagai mahasiswa yang memiliki peran sebagai agent of change, moral force, Iron stock, dan sosial control.Reaksi yang harus kita lakukan adalah Melawannya! Tapi, apa sebenarnya korupsi itu? bagaimana mau melawan kalau korupsi saja tidak tahu artinya.
korupsi secara bahasa diambil dari bahasa Latin: corruptio dari kata kerja corrumpere yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok. secara istilah korupsi bermakna perilaku pejabat publik, baik politikus|politisi maupun pegawai negeri, yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya, dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka. 
Kesal sekali bukan dengan sesuatu yang bernama KORUPSI karena ia mengakibatkan banyak bencana - bencana yang melanda negeri kita. Sebagai mahasiswa yang masih memiliki hati nurani yang ingin melepas jeratan korupsi untuk negara kita sepatutnya melawan dengan tegas! Tapi, apakah kita mampu sedang tanpa kita sadari kita juga sebetulnya ada dalam lingkaran korupsi. What??? Siapa bilang????
Nah, sadarkah kita bahwa kita sering melakukan korupsi juga????
Pasti kita ingin menolaknya bukan? But, let see!
Korupsi yang berarti busuk itu sama saja dengan perbuatan busuk yang kita lakukan yang jelas merugikan orang lain. perbuatan busuk yang rawan kita lakukan di kalangan mahasiswa adalah Mencontek!
Ya mencontek adalah jenis korupsi yang paling sering dilakukan oleh para mahasiswa. eh, lantas kenapa ia tergolong dalam kegiatan korupsi??? dalam perspektif pemahaman saya mencontek sama saja dengan kegiatan memperkaya diri dengan jawaban ujian yang berakibat buruk bagi diri sendiri dan bagi orang lain. 
Apa alasannya saat saya mengungkapkan hal ini??? 
Ada beberapa alasan mengapa saya mengkategorikan mencontek juga merupakan kegiatan korupsi.
1. Merugikan orang lain
    Merugikan orang lain yang seperti apa? Mencontek merugikan orang lain dalam hal membuat karya asli seseorang dinilai menjadi karya kita padahal orang tersebut telah susah payah membuatnya, tapi dengan mudahnya kita menyalin dan boleh jadi kita yang akan mendapatkan dampak positif dari karya itu dan orang yang asli membuatnya tidak mendapatkan apa - apa. hal ini dapat berdampak buruk pada kepercayadirian seseorang. yang boleh jadi hal itu dapat merenggut nyawa seseorang. 
2. Merugikan diri snediri
    Jelaslah mencontek itu merugikan diri sendiri. Why??? yang saya tahu mencontek itu kegiatan menyalin/menjiplak hasil karya orang lain. So, saat kita mencontek kita tidak akan pernah tahu potensi diri kita ada dimana dan kita tidak bisa mengembangkannya untuk kemandirian hidup kita. akan selamanya kita bergantung pada orang lain. Padahal Allah sudah memberikan potensi yang tak kalah luarbiasanya yang boleh jadi kita lebih hebat dari orang yang kita conteki. 
3. Mengikis malu seseorang.
    Kegiatan mencontek bisa membuat rasa malu kita terkikis dan tanpa kita sadari kita tak lagi malu berbuat perbuatan amoral lainnya. mencuri, berbohong, dll yang termasuk ke dalam perbuatan maksiat yang kita nilai itu adalah hal yang biasa saja untuk dilakukan. 
4. Dosa terbesar kepada dosen
    Wah dosa besar kepada dosen, kok bisa? Ya iyalah kita jelas sudah membohongi para dosen yang sudah mengajar kita. dan ini termasuk alasan kenapa ia termasuk korupsi.Perbuatan busuk kan? 

Ya itulah alasan kenapa mencontek termasuk ke dalam kegiatan korupsi. Kita mungkin sering koar - koar di depan gedung rektorat, kantor walikota, kantor gubernur, kantor presiden, KPK dan meneriakkan mereka itu berbuat korupsi. Tapi, apakah selama ini hasil koar - koar kita berdampak banyak? tampaknya tidak ya? Boleh jadi hal tersebut dikarenakan kita tidak mampu mengetuk hati para koruptor, para penegak hukum, dan pembuat kebijakan untuk benar - benar mau lepas dari jeratan korupsi karena kita pun melakukan tindakan dasar dari koprupsi, yakni Mencontek! 
Saatnya sekarang kita membersihkan jiwa kita dan kembali berjuang menegakkan nilai - nilai yang membuat bangsa ini tidak lagi dilanda bencana baik bencana alam maupun bencana kehidupan.

SELAMAT HARI ANTI KORUPSI SEDUNIA
9 DESEMBER 2011

Kamis, 01 Desember 2011

Menatap Dunia Lewat Jendela Kamarku

Jalan - jalan keliling dunia siapa sih yang gak mau???? bisa menikmati negeri - negeri orang tentu semua orang juga menginginkannya. meski hanya sekedar untuk berjalan, berbelanja, atau untuk study. semuanya pasti ingin. tapi bukan mudah untuk mewujudkannya. butuh biaya yang sangat besar sekali! tapi semuanya bisa dengan mudah terlaksana ternyata dengan harga yang murah pula. Caranya???? Membaca!

Ya, Buku menjadi tiket yang bisa membuat imajinasi terus berlarian menuju negara - negara yang ingin dikunjungi! Buku membawa imanjinasi kita mampu mengelilingi dunia walau hanya dalam hitungan beberapa jam saja!

Tapi, buku bukan saja membuat imajinasi ini terus mengelilingi dunia melainkan hati juga terus meyakini bahwa raga ini mampu menikmati setiap jengkal bumi Allah selain indonesia!

Membaca buku sambil menatap langit biru di jendela kamarku, aku yakin bukan skedar impian belaka tapi semuanya akan terwujud! karena aku punya Allah SWT!

Desember

November Rain telah berakhir. banyak hal yang telah terjadi di bulan yang hampir basah setiap hari ini membuat kadang hati menjadi galau dan senang. gundah, gulana, tawa, ceria, canda, dll mewarnai hari - hari di november rain! dan sekarang desember telah datang.....!!!! dan kedatangannya di awali hujan!!!! semoga bulan ini penuh keberkahan! aamiin...

Rabu, 30 November 2011

Yume

Hari ini adalah hari yang menguatkanku pada impian - impianku. Study In Japan! rencana hari ini awalnya hanyalah rapat, kuliah, publikasi, madrasah kammi. diawali dengan penuh kegalauan dan diwarnai dengan penuh kejutan. yes it's really surprise for me. fiirst time i feel so surprise is the notice about third exam in electic and magnetism. tanpa persiapan apa - apa aku harus ujian dan pemberitahuannya hanya kurang dari 4 jam! it's crazy! but, i praise to Allah that i can finish even just two number. and second surprise is go to somewhere that in that place i get an explanation about study in japan! i really like this! walaupun ternyata madrasah kammi dan rapat evaluasi harus kutinggalkan. mungkin ini salah satu cara Allah dalam membuat impian2 ku terwujudkan. aamiin!