Jumat, 08 Februari 2013

Alasan

Bukan hanya hari ini aku mengeluarkan tangis atas perpisahan yang terjadi diantara kita. Bukan pula kemarin sore saja sembari ditemani hujan aku menyayangkan perpisahan ini. Namun, sejak tangan ini berjabat sejak senyum disunggingkan pertama kali, sejak kau bersedia aku duduk dibelakang di jok motormu. Sejak itu aku tahu kita akan berpisah. karena kita telah berjumpa.
Namun, kau berkata, "dede kamu lebay. kayak kita mau pisah gimana gitu" begitu ucapmu.
Kau tahu aku selalu bertanya sebab apa lagi yang akan membuat kita bertemu. Sebab apalagi yang akan memaksa kita untuk berjumpa. Sebab apalagi yang membuat aku menikmati duduk dibalik punggungmu. Sebab apalagi yang membuat aku menikmati ketergantungan atas uluran tanganmu. akankah ada? hanya Allah yang tahu apa dan kapan ia ridho semua hal itu terjadi. Jadi hingga perpisahan selepas perjumpaan kita di awal itu biarkan aku terus berharap ada sebab yang justru membuat kita seperti saudara yang membuat kita layaknya sahabat yang lekat atas cinta. Atau kita menyadari harusnya jabat tangan itu sembari dialiri cinta padamu karena cinta padaNya. agar walau tak ada sebab yang membuat kita lekat lagi didunia selepas hari ini, cinta menjadi sebab kita berjumpa, bersatu di SurgaNya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar