Sabtu, 31 Desember 2011

Menemukan Potongan Puzzle Hidupku di Subang Part 2

Setelah melakukan perjalanan panjang yang menyenangkan liburan sesungguhnya baru dimulai! Namun, sayang sesampainya aku di rumah sang tuan itu ternyata sanak saudara sang tuan sedang berpergian untuk menikmati hari libur juga dan sang tuan pun harus menyusul mereka. Alhasil, aku dan sahabatku ditinggal di  rumah sang tuan berdua saja. Aneh memang tapi ya begitulah adanya. Kebiasaanku saat di Rumah orang lain untuk pertama kali aku selalu merasa sedikit ngeri dan itulah yang kualami. Terlebih ditinggal bersama sahabatku yang sama penakut juga. Sejujurnya kami ditinggal dalam keadaan lapar. Yang tersisa adalah gorengan yang kubeli tadi pagi  untuk sarapan dan beberapa snack saja dan ada satu lagi harta kita, yaitu Pop Mie gorengnya sahabatku dan kita pun berbagi dalam suka dan duka soal makanan itu. Sambil menunggu kedatangan sang tuan rumah dengan penuh harapan. Menunggu sambil belajar masak bersama sahabatku di cooking academy dan sambil beradu mulut soal siapa yang harus keluar membeli nanas buat di rujak. 
Tak lama kemudian akhirnya sang tuan rumah pun kembali dengan sepasukan tuan rumah lainnya. Dan membawa sebungkus makanan. Tentu saja demi menghilangkan protes lambung yang kian menjadi kami langsung menyantap sebungkus sate sapi dan sebakul nasi. Selesai kami makan kami pun segera bergegas membeli nanas untuk dirujak. Tahukah berapa buah nanas yang tuan rumah beli untuk kami???? nanas yang pada akhirnya dibawa pulang dan kuberikan pada seseorang yang spesial. Kami pulang dengan segenap harapan untuk menikmati rujak nanas yang digabung sama buah mangga muda yang manis. anehnya sambal rujak yang biasanya itu bikin kepedesan kali ini berbeda sambalnya sama sekali gak pedes siapa lagi kalo bukan sahabatku yang berulah soal sambel ini. Tapi yang benar - benar aneh itu soal mangga yang kata mereka (tuan rumah dan sahabatku.red) muda itu benar - benar manis dan gak asem. Baru kali ini ngerujak seperti ini. Beda khas subang mungkin ya. 
Acara rujak merujak itu diramaikan oleh si shaun the sheep keponakan sang tuan rumah. Balita berusia tiga tahun itu benar - benar bikin capek aja tapi Luuuuccccuuuu. bikin sahabatku harus berlarian dan menggerutu tiada akhir buat meladeni anak itu. dan susah banget diajak kooperatifnya heu. tapi disanalah seninya dalam mengambil hati seorang anak kecil memang perlu seni. Dan tak bisa sekejap seninya bisa kita dapatkan dengan mudahnya. perlu ada latihan dari sekarang karena nanti aku akan sering membutuhkan seni mengambil hati anak - anak itu. teringat pesan sang murobbi(guru.red)ku tercinta, "segala sesuatu untuk kehidupan setelah pernikahan itu harus disiapkan dari sekarang." Pesan yang beliau dapatkan dari nenek murobbiku. Soal si shaun ini, sahabatku berencana untuk menjodohkan dengan keponakannya yang katanya alasannya adalah punya nasib yang sama karena sering ditinggal ayahnya. tak terbayang kalo memang itu terjadi rasa - rasanya mungkin mereka akan bercerita soal kisah yang sama. Kisah tentang ayahku bukan bang toyib tapi aku jarang berjumpa dengannya. 
Suasana sore itu diramaikan juga oleh seorang gadis asal cibolang calon ibu juragan bodeng ikut nimbrung lewat sms - sms nya kepada tuan rumah. ia tak ikut karena tak kami ajak. tentu saja tak kami ajak karena ia sudah meninggalkan kota bandung sejak lima hari sebelumnya saat rencana liburan ini belum tercetuskan. calon juragan bodeng ini ini menamai dirinya ci LuBang alias ci Lucu Banget. untuk sekedar membuat hatinya bahagia kami ajak ia untuk ikut dalam rencana menonton film hafalan Sholat Delisa nanti. 
malam aku lewatkan dengan menonton drama korea tentang kepribadian ganda. inspiratif. pelajaran yang bisa diambil dalam filmnya adalah terkadang saat kita tak ingin menerima suatu keadaan yang membuat kita amat teramat sangan bersedih kita akan berubah menjado orang lain hanya untuk sekedar meluipakan masalahnya. Tapi, bagaimanapun juga sebenarnya yang terbaik adalah menghadapinya karena cukup saja kepribadian kita satu. dilanjut dengan makan malam yang saat itu sahabatku sudah tumbang dan sudah entah kemana. alhasil, I enjoy a simple dinner with tuan rumah. nice dinner dengan sedikit cerita masa lalu soal lingkaran mizu dan beberapa kisah soal lingkaran - lingkaran cahaya. Keep it secret from the other!

And theeennnnn menutup hari dengan sebuah ketakutan akan 'sesuatu'.

with Shaun the sheep (dede Rafa)
with Calon Juragan Bodeng (Aeni Lfc Moc Moc)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar